Berita, Nasional

Fahri Hamzah: Transformasi Prabowo Berfokus pada Penghentian Kebocoran Sumber Daya Alam dan Perlawanan terhadap Ekonomi Liberal

Repelita.id

24 June 2026 00:50 WIB

Fahri Hamzah: Transformasi Prabowo Berfokus pada Penghentian Kebocoran Sumber Daya Alam dan Perlawanan terhadap Ekonomi Liberal
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Perumahan, Fahri Hamzah, menyoroti kondisi bangsa yang kini berada dalam fase krusial dan penuh tantangan.

Situasi nasional yang memicu berbagai pertanyaan masyarakat harus disikapi secara bijak agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami dinamika yang sedang berlangsung saat ini.

ADVERTISEMENT

"Ini harus kita diskusikan bersama untuk menjawab isu-isu yang berkembang sekarang, yang sedang hangat. Ada gugatan yang terjadi dilakukan oposisi atau perlawanan yang kuat di kalangan civil society dan mahasiswa," kata Fahri Hamzah pada Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Fahri, sebagai negara demokratis, semua elemen masyarakat perlu berpikir demi kepentingan kolektif dan terus berupaya mencerdaskan diri sesuai amanat konstitusi.

Ia menekankan pentingnya membaca situasi secara objektif dan jernih, terutama mengenai berbagai tuduhan negatif yang ditujukan kepada strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Lalu, persoalan apa yang sebenarnya sedang terjadi, apakah peristiwa yang mirip dengan tahun 98?" tanya Fahri.

Fahri menegaskan bahwa Partai Gelora sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah harus memberikan edukasi publik mengenai visi besar Presiden Prabowo dalam melakukan transformasi nasional.

Pemikiran Prabowo, menurut Fahri, merupakan hasil refleksi mendalam yang telah dipelajari sejak lama, termasuk pemikiran dari Prof Sumitro Djojohadikusumo mengenai ekonomi kerakyatan.

"Nah, karena itulah kita kemudian seperti berada dalam transformasi besar. Setelah Soekarno, Prabowo-lah, presiden yang memikirkan kepemimpinan yang cukup mendalam," katanya.

Transformasi yang diusung saat ini difokuskan pada penghentian kebocoran sumber daya alam dan melawan sistem ekonomi yang dianggap hanya menguntungkan segelintir kelompok konglomerasi.

Fahri menyoroti pembentukan Satgas PKH serta Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai langkah strategis negara untuk menguasai dan mengelola kekayaan alam secara riil bagi kepentingan rakyat.

"Kita ini adalah pemilik nikel nomor satu, mungkin emas nomor satu di dunia, batubara nomor tiga dan sawit bisa dibilang nomor satu dan seterusnya. Banyak sekali sumber daya alam kita, ada juga migas, mineral logam, perkebunan, perikanan dan kelautan. Ini bisa menjadi sumber kemamjuan kita," tegas Fahri.

Mengenai kritik atas kebijakan program Makan Bergizi Gratis, Fahri memandang hal tersebut sebagai platform besar pemerataan ekonomi yang harus tetap berjalan meskipun terdapat oknum yang mencoba menyalahgunakan wewenang.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi liberal yang selama ini menyerahkan segalanya pada mekanisme pasar terbukti gagal membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia secara merata.

Fenomena Paradoks Indonesia, di mana kekayaan alam melimpah namun pendapatan perkapita penduduk tetap rendah, menjadi tantangan utama yang ingin diselesaikan oleh Presiden Prabowo.

"Ini adalah fakta-fakta bahwa dengan negara yang kita merdeka bersamaan. Mereka lebih miskin sumber daya alam, tapi sekarang mereka lebih kaya daripada kita. Itulah yang disebut sebagai Paradoks Indonesia," pungkas Fahri. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung