Repelita [Jakarta] - Pembelaan terhadap aksi Fatimah yang mendapat serangan siber dari simpatisan pemerintah disampaikan oleh Islah Bahrawi melalui akun Threads @islah_bahrawi. Pernyataan tersebut memicu perdebatan sengit mengenai moralitas pergerakan di media sosial.
Penilaian atas prinsip kebenaran dan dinamika perjuangan antargenerasi ditekankan secara mendalam pada narasi unggahan tersebut.
ADVERTISEMENT
""Fatimah, dicaci maki buzzer istana, dibenci para penjilat kekuasaan." Setiap generasi memiliki takdir, kawan dan lawannya masing-masing. Namun ada garis tegas, bahwa dalam generasi apapun, suara kebenaran hanya dibenci oleh para pelaku kejahatan." tulis akun @islah_bahrawi.
Unggahan mengenai sosok Fatimah langsung memicu silang pendapat serta reaksi emosional dari para warganet di kolom komentar.
"Saya rakyat biasa JIJIK lihat perempuan ini. Belum jadi apa2 saja, sudah mengatakan rekan2nya adalah anak2nya. Kalau dikasih kedudukan, dia akan bilang rakyat adalah budak2nya. Model beginian hy pansos,, bentar lagi viral lah dia ini, di undang podcast a-z, dan tv hantu sampai tv surga. Kan INDONESIA MODEL demonstrasinya begini terus. Habis ya jadi TAIK juga nih orang." kritik akun @chandra_simanjuntak_mardaup.
"Lanjutkan perjuanganmu mba..jangan pedulikan heaters yg menentangmu demi rakyat banyak negri ininyg masih belum merdeka" dukung akun @basyebanhamzah.
"Halah jembut" umpat akun @keino_zetha.
"Maju terus 👍👍👍" tulis akun @bang.rudy.
"terus di up banyakin demo, bikin aksi besar besaran, stabilitas politk, stabilitas ekonomi goyah,,,terus agen luar tepuk tangan, bendera gam , bendera borneo, bendera rms bendera opm berkibar,,, semakin senang mahasiswa mahasiswa ini." tuduh akun @nakama_store_1.
"Itulah keinginan mrk yg danain demo mahasiswa" timpal akun @keino_zetha.
"Aku bukan buzzer, aku bukan penjilat kekuasaan, tp aku pembenci kelakuan yg di larang bahkan di haramkan oleh agamaku" tutup akun @rachendo19.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads