Repelita Jakarta - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, meluapkan keresahannya setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan.
Kanal YouTube Nusantara TV menayangkan secara langsung dialog mengenai kejanggalan kasus yang menjerat eks pejabat teras Korps Adhyaksa tersebut.
ADVERTISEMENT
Pernyataan emosional itu disampaikan oleh Febrie Adriansyah setelah proses pelimpahan tahap kedua di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada hari Jumat, 18 September 2026.
"Semua perkara besar kita ambil. Tapi akhirnya, justru kita yang digergaji," ujar Febrie Adriansyah saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dirinya dituduh terlibat dalam tindak pidana korupsi, pencucian uang, serta dugaan pemerasan yang berkaitan dengan penanganan mega skandal PT Asabri dan PT Jiwasraya.
Kasus yang menimpa mantan Jampidsus ini memicu perdebatan hangat mengenai integritas penegakan hukum serta potensi adanya kriminalisasi terhadap penyidik korupsi.
Febrie Adriansyah dengan tegas membantah seluruh dugaan miring tersebut dan mengklaim rekam jejaknya selama puluhan tahun di kejaksaan sangat bersih.
"Selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di Pengawasan. Diperiksa belum pernah. Dilaporkan belum pernah. Sekarang disangkakan pemerasan. Kalian bisa tanya ke Pengawasan itu," tutur Febrie Adriansyah.
Selama memimpin di Gedung Bundar, ia mengklaim telah mengembalikan aset negara dalam jumlah fantastis melalui berbagai operasi penertiban.
Ia menyatakan bahwa dirinya yang juga dipercaya memimpin Satgas Penertiban Kawasan Hutan berhasil menyetorkan dana sebesar Rp300 triliun ke kas negara.
Meskipun kini statusnya berubah menjadi tersangka, Febrie Adriansyah menegaskan bahwa seluruh rekam jejak perkara kakap tidak akan pernah hilang begitu saja.
"Tapi jangan lupa, database di Gedung Bundar itu, itu akan menjadi data abadi. Kita semua tahu siapa yang terlibat di perkara-perkara besar," ucap Febrie Adriansyah.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa para junior yang pernah dididiknya di kejaksaan akan tetap memegang teguh integritas dalam mengusut kasus korupsi.
"Dan saya yakin, junior saya ya, selama ini telah kita didik, itu pasti akan punya keberanian untuk bangsa dan untuk rakyatnya. Itu selalu yang kita tanamkan di Gedung Bundar," pungkas Febrie Adriansyah. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok