Repelita Jakarta - Gelombang desakan evaluasi terhadap jajaran kabinet pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus bergulir pasca terjadinya perombakan kursi menteri keuangan.
Politisi nasional Ferdinand Hutahaean secara terbuka membeberkan sejumlah nama pejabat tinggi negara yang dinilai layak untuk segera menyusul dicopot dari jabatannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kompleksnya berbagai persoalan penanganan sektor publik yang dianggap belum menunjukkan hasil optimal sejak awal masa penugasan.
"Ada banyak persoalan yang muncul di kabinet ini, tetapi kalau lebih spesifik ya siapa yang mau dicopot ya di antaranya sebetulnya banyak," ujar Ferdinand kepada [dihapus], Senin (14/9/2026).
Politisi tersebut secara khusus menyoroti beberapa figur penting yang kinerjanya dinilai perlu mendapat perhatian serius dari kepala negara untuk segera dievaluasi.
"Tetapi ya mungkin di antaranya saat ini ya Raja Juli Antoni ya terus Menko PMK, Pratikno karena persoalan sosial ini banyak sekali gak ada terselesaikan," tukasnya.
Selain deretan nama petinggi tersebut, desakan pencopotan juga dialamatkan kepada Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, yang dinilai tidak luput dari sorotan publik.
"Menteri HAM juga itu layak dicopot. Banyak sih saya gak hafal satu persatu," terangnya menjelaskan penilaian terhadap dinamika kementerian.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa sebagian besar kementerian lain di luar daftar sorotan tersebut masih menjalankan fungsi birokrasi secara normatif.
"Tapi ya paling prioritas ya mungkin itu dululah, kalau soal yang lain-lain secara teknis ya masih berjalan normatif lah," tegasnya.
Sorotan tajam pun turut diarahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang belakangan santer didesak mundur akibat persoalan kelangkaan pasokan bahan bakar minyak.
Menurut pandangannya, carut-marut tata kelola di sektor pertambangan mineral dan migas nasional telah mencapai titik yang menuntut adanya tindakan tegas berupa pencopotan jabatan.
"Ya Bahlil itu juga salah satu yang memang layak untuk dicopot dari jabatannya," imbuhnya.
"Karena terlalu banyak sekali carut-marut di sektor mineral, sektor migas," jelasnya memperkuat alasan desakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa secara objektif menteri yang bersangkutan sudah sangat pantas untuk diganti demi membenahi kekacauan regulasi energi.
"Jadi kalau menurut pendapat saya memang layak untuk dicopot," tegas Ferdinand.
Kendati meyakini adanya urgensi pembenahan menyeluruh, ia menyadari bahwa realisasi pencopotan tersebut tidak akan mudah terwujud dalam waktu dekat akibat faktor kedekatan politik.
"Tapi kan persoalannya Bahlil tampak dekat sekali dengan Presiden dan itu pasti akan menjadi pertimbangan," kuncinya menutup analisis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok