Berita, Nasional

Ferdinand Hutahaean Ungkap Hambatan Psikologis Pertemuan Megawati dan Jokowi Satu Meja

Repelita.id

03 June 2026 15:29 WIB

Ferdinand Hutahaean Ungkap Hambatan Psikologis Pertemuan Megawati dan Jokowi Satu Meja
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kebersamaan yang terjalin antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Momen tersebut memunculkan spekulasi mengenai potensi berkumpulnya para mantan kepala negara dalam satu forum yang sama.

Mengenai hal tersebut, politikus PDIP Ferdinand Hutahaean berpendapat bahwa agenda silaturahmi antartokoh nasional bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Namun, ia tidak menampik adanya kendala emosional yang mengganjal, khususnya menyangkut relasi antara partainya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Ferdinand memaparkan bahwa Megawati memiliki rekam jejak yang konsisten untuk selalu menghadiri berbagai seremonial yang dinilai krusial bagi bangsa. "Bertemu dalam sebuah acara tentu itu pasti ada kemungkinan," ujar Ferdinand saat dikonfirmasi media pada Rabu (3/6).

Oleh sebab itu, kans untuk berinteraksi dengan figur-figur politik lainnya dalam sebuah perhelatan besar masih terbuka cukup lebar. "Apalagi kalau acara yang dianggap penting oleh Ibu Megawati, beliau pasti hadir," tukasnya memberikan kepastian.

Kendati demikian, ia menilai bentuk komunikasi yang terjalin dalam acara tersebut nantinya akan berpulang pada sikap personal sang ketua umum. "Tapi apakah akan berbicara atau bertatap muka, bersalaman dengan Pak Jokowi, itu tentu tergantung pada Ibu Megawati sendiri," imbuhnya memberikan catatan.

Lebih lanjut, Ferdinand mengingatkan bahwa dinamika politik yang terjadi antara partainya dan pihak luar telah menyisakan keretakan yang cukup mendalam. "Kami melihat peluang itu ada saja, tapi tentu seperti yang saya sampaikan, apa yang dilakukan Jokowi terhadap PDIP itu adalah sebuah perilaku yang bagi kami sangat tidak elok," bebernya.

Ia merasa ada tindakan politik masa lalu yang mencederai hubungan baik yang selama ini telah dibangun bersama dengan susah payah. "Ini menusuk secara langsung terhadap PDIP," sambung dia menegaskan situasi yang terjadi di internalnya.

Ferdinand juga memberikan pandangan kritis terkait keinginan sebagian kalangan yang berharap agar seluruh mantan pemimpin negeri bisa duduk bersama dalam suasana akrab. "Jadi, secara psikologis memang kalau apa yang disampaikan (pendukung Jokowi), harapannya supaya semua mantan presiden bisa duduk satu meja, berkumpul," terangnya.

Bagi dirinya pribadi, jalinan komunikasi di antara sebagian besar mantan pejabat tinggi negara sebenarnya berada dalam kondisi yang sangat kondusif. "Saya pikir antara Pak SBY, Ibu Megawati, Pak Prabowo, dan wakil presiden yang lain tidak ada masalah untuk bertemu satu meja," tandasnya.

Kendala besar baru akan muncul apabila agenda pertemuan tersebut melibatkan kehadiran mantan wali kota Surakarta itu di tengah-tengah mereka. "Yang ada masalah itu mungkin kalau ada Pak Jokowi, yah. Justru beliaulah yang membuat situasinya, menurut saya, ada hambatan psikologis di sana," kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung