Berita, Internasional

Gambar Trump Mirip Yesus Viral, Dihapus Usai Dikecam Kalangan Konservatif dan Basis Loyalnya

Repelita.id

14 April 2026 21:38 WIB

Gambar Trump Mirip Yesus Viral, Dihapus Usai Dikecam Kalangan Konservatif dan Basis Loyalnya
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Riuh politik Amerika Serikat kembali memanas setelah Presiden Donald Trump memicu gelombang kontroversi dengan mengunggah citra dirinya bergaya menyerupai Yesus Kristus di platform media sosial Truth Social pada Minggu, 12 April 2026.

Unggahan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan itu tidak bertahan lama karena dihapus setelah menuai reaksi keras, bahkan dari kalangan konservatif yang selama ini dikenal sebagai basis loyalnya.

ADVERTISEMENT

Dalam gambar tersebut, Trump digambarkan mengenakan jubah putih dengan tangan bercahaya menyentuh seorang pria seolah sedang melakukan penyembuhan, sementara latar belakang dipenuhi simbol-simbol nasional Amerika seperti bendera dan elang botak.

Kritik tidak hanya datang dari oposisi politik, tetapi juga dari lingkaran dalam pendukungnya yang menilai bahwa penggambaran diri sebagai figur religius menyerupai Yesus Kristus dianggap melampaui batas etika dan sensitivitas keagamaan.

Kontroversi ini muncul di tengah hubungan yang semakin memanas antara Trump dan Paus Leo XIV, dimana sebelumnya Trump secara terbuka melontarkan kritik terhadap Paus dengan menyebutnya lemah dalam menghadapi kejahatan.

Trump juga menilai Paus Leo XIV tidak efektif dalam kebijakan global, terutama terkait isu perang Iran dan imigrasi yang menjadi perdebatan hangat antara politik dan otoritas moral keagamaan.

Reaksi dari kalangan konservatif mencerminkan retakan halus yang mulai terlihat di mana simbol keagamaan tetap menjadi wilayah sensitif yang tidak mudah dipolitisasi tanpa konsekuensi.

Mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, mengecam tindakan Trump dan menilai unggahan itu tidak pantas, terlebih karena bertepatan dengan perayaan Paskah Ortodoks.

Komentator Kristen konservatif Megan Basham bahkan menyebut unggahan tersebut sebagai penistaan yang sangat keterlaluan dan mendesak Trump untuk segera meminta maaf kepada publik dan kepada Tuhan.

Namun Wakil Presiden JD Vance justru membela Trump dengan menyebut unggahan tersebut sebagai lelucon yang tidak dipahami banyak orang karena presiden suka mencampuradukkan berbagai hal di media sosial.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa dukungan politik tidak selalu linier karena bahkan di dalam basis yang paling solid sekalipun, ada garis batas yang ketika dilampaui dapat memicu penolakan.

Kontroversi ini menambah daftar polemik media sosial Trump setelah sebelumnya pada Mei 2025 ia juga pernah menuai kecaman karena mengunggah gambar dirinya sebagai Paus usai wafatnya Paus Fransiskus.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung