Repelita Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo menekankan urgensi penyusunan rencana kontinjensi oleh institusi militer dalam menghadapi dinamika politik nasional mutakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif yang ditayangkan melalui kanal YouTube Hersubeno Point pada 27 September 2026.
ADVERTISEMENT
Menurutnya langkah taktis berupa kesiapsiagaan prajurit sangat krusial guna mengantisipasi segala kemungkinan benturan horizontal di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan kembali esensi dasar lembaga pertahanan sebagai instrumen kedaulatan yang mutlak berpihak pada kepentingan publik dan hukum negara.
"seharusnya TNI mulai saat ini membuat kontijen plank kemungkinan-kemungunan yang akan terjadi apa ya dari situ kemudian TNI melatih semua kanan-kumanannya ya menjelaskan bahwa kemungkinan kistensi tren yang akan terjadi A B C apa yang harus dilakukan tetapi yang paling penting adalah TNI adalah alat negara saya ulai teori adalah alat negara pemerintah presiden DPR eksekutif itu adalah pemerintah bagian daripada negara bagian daripada negara jadi tidak boleh siapapun memerintah TNI untuk perusak negara ini atau untuk menyakiti rakyat kalau sikap itu sudah ada maka ketika TNI berdiri ada kacauan di mana pun juga rakyat mengetahui bahwa TNI tidak akan berbuat apa-apa dia akan menjaga kalau ada rakyat demonstrasi tugas TND menjaga agar aspirasi yang disampaikan oleh rakyat itu bisa tersampaikan karena memang di negara hukum kita dilindungi hak untuk menyampaikan pendapat," ujar Gatot Nurmantyo.
Dilema kepemimpinan nasional juga disoroti seiring berkembangnya ketegangan sosial akibat akumulasi ketidakpuasan publik terhadap kebijakan struktural pemerintahan.
Gatot Nurmantyo memaparkan adanya potensi resistensi yang tinggi dari berbagai lapisan masyarakat sipil maupun daerah terkait pembagian dana desa dan pemotongan anggaran transfer.
Situasi penegakan hukum di lembaga peradilan tertinggi turut memicu polarisasi pandangan yang menuntut netralitas penuh dari aparat pertahanan keamanan.
"tugas TNI itu adalah melindungi bangsa berarti melindungi rakyat gitu selinggu rakyat jadi kalau dikatakan bahwa TNI itu berorientasi pada corporate interest maka ya diaendapat apa ketika menjabat dimintai tolong oleh siapapun juga dia akan mau karena dia mendapatkan apa kan iya kalau itu konglomerat dekat dengan atasannya ya kan sudah dia dapat sesuatu jabatan mungkin dapat kan begini gitu ini ini ini sebenarnya saya mau jabarkan karena Pak Gadjet kan bukan pakar ilmuwan kan gitu kan maka bahasanya sangat sopan sangat sopan tapi sebenarnya itu sebenarnya maksudnya jadi itulah sebenarnya sekarang yang yang banyak terjadi maka di mana dilihat di daerah Sumatera kayak Kalimantan penggusuran ya kan ikut dalam penggusuran kemudian pembebasan lahan kemudian ikut juga penertiban pedagang-pedagang kelima pembongkar rumah dan sebagainya maka ketika rakyat berhadapan dengan TNI dan TNI itu akan membuat lahannya hilang rumahnya hilang tempat pencarian hilang itu tidak akan hilang loh," ucapnya secara lugas.
Kesetiaan terhadap sumpah prajurit dinilai sebagai benteng utama agar korps militer tidak terseret dalam pusaran intrik politik praktis pihak tertentu.
Komitmen menjaga hak menyampaikan pendapat bagi warga negara menjadi tolok ukur profesionalisme yang harus dipertahankan demi keutuhan bangsa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok