Berita, Nasional

Gatot Nurmantyo Semprot Kepolisian Soal Prosedur Penangkapan Brutal dr. Tifa dan Roy Suryo

Repelita.id

27 June 2026 01:01 WIB

Gatot Nurmantyo Semprot Kepolisian Soal Prosedur Penangkapan Brutal dr. Tifa dan Roy Suryo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan aparat kepolisian yang dianggap tidak beradab dalam menangani kasus dr. Tifa dan Roy Suryo. Kritik ini ia sampaikan melalui kanal YouTube BANG EDY CHANNEL dalam sebuah forum diskusi intelektual.

Gatot menyoroti proses penangkapan dr. Tifa yang dilakukan secara paksa hingga masuk ke ruang keluarga tanpa memberikan waktu untuk berganti pakaian. Ia menilai cara-cara seperti itu sangat mencederai martabat manusia dan jauh dari etika hukum yang seharusnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap sikap penyidik yang mengabaikan nasihat dari mantan pimpinan Polri bintang tiga. Menurut Gatot, saran untuk tidak bertindak berlebihan dengan pasal-pasal yang dipaksakan tidak digubris, yang memicu pertanyaannya soal integritas institusi saat ini.

Gatot menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat tidak masuk akal karena baik dr. Tifa maupun Roy Suryo bukanlah pelaku kejahatan luar biasa seperti teroris atau koruptor kakap. Ia membandingkan perlakuan tersebut dengan gaya intimidasi masa lalu yang tidak lagi relevan di era demokrasi.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa ilmu hukum dan teknologi hanyalah instrumen. Tanpa dilandasi adab sebagai kompas moral, penegakan hukum hanya akan melahirkan monster yang berbahaya bagi masyarakat sendiri.

Lebih lanjut, Gatot menyatakan bahwa fenomena ini adalah cerminan dari rusaknya kepercayaan publik karena adanya pemimpin yang tidak mau mengakui kesalahan. Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan yang merendahkan manusia akan dicatat oleh sejarah sebagai bagian dari kehancuran peradaban.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada nilai-nilai adab dalam bernegara. Gatot menutup pesannya dengan pengingat bahwa di masa depan, setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihannya dalam menjaga martabat kemanusiaan saat negeri sedang tidak baik-baik saja.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung