Berita, Nasional

Gedung DPR Jadi Saksi Pertemuan Rahasia Antisipasi Pelemahan Rupiah Tembus Angka 18000 Per Dolar AS

Repelita.id

07 June 2026 20:31 WIB

Gedung DPR Jadi Saksi Pertemuan Rahasia Antisipasi Pelemahan Rupiah Tembus Angka 18000 Per Dolar AS
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen menjadi saksi terlaksananya diskusi tertutup yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada akhir pekan kemarin.

Agenda strategis yang mempertemukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beserta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ini bertujuan mengevaluasi kondisi perekonomian domestik terkini.

ADVERTISEMENT

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan jajaran pimpinan Komisi XI DPR RI guna menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal demi memperkuat nilai tukar rupiah.

Parlemen menilai penyatuan persepsi antar-otoritas terkait sangat krusial dalam menjamin iklim makroekonomi nasional tetap kokoh di tengah terpaan sentimen global.

“DPR dan teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta dari pihak pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi,” kata Dasco.

Sufmi Dasco Ahmad memaparkan bahwa sinergi kebijakan yang padu ditargetkan mampu memulihkan posisi mata uang garuda sekaligus mempertahankan laju ekspansi ekonomi secara berkesinambungan.

Langkah taktis ini direspons positif oleh Bank Indonesia yang berkomitmen mengencangkan kerja sama dua arah demi menjaga kestabilan finansial sesuai porsi kewenangan institusi.

“Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung,” ujar Perry.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini kekompakan instansi pemerintah dan bank sentral bakal menjadi stimulus positif bagi para pelaku pasar.

Pihaknya optimistis bahwa keterpaduan kebijakan moneter dan fiskal ini lambat laun dapat memicu kembalinya arus modal serta memperkuat sentimen pasar keuangan terhadap rupiah.

“Kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah,” kata Purbaya.

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah tudingan publik yang menganggap birokrasi lamban bergerak setelah kurs menembus angka Rp18.000 per dolar AS.

Prasetyo menekankan bahwa komunikasi dan rembuk bersama antara jajaran menteri kabinet dan bank sentral sejatinya telah bergulir secara berkala dan intensif.

“Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens,” ujar Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa volatilitas mata uang domestik dipicu oleh komparasi banyak variabel ekonomi makro dan bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal semata.

Salah satu aspek mendasar yang disorot olehnya yakni tingginya angka ketergantungan sektor industri nasional terhadap komoditas impor dari luar negeri.

“Naiknya nilai tukar rupiah itu kan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, faktor variabelnya juga banyak,” ujarnya.

Secara menyeluruh, forum komunikasi ini menelurkan kesepahaman bersama untuk mengawal penguatan ekonomi serta meminimalisasi dampak risiko eksternal terhadap stabilitas moneter dalam negeri. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung