Berita, Nasional

[GEGER] Ada Hal Penting? Prabowo Undang Habib Rizieq ke Istana

Repelita.id

10 October 2026 20:17 WIB

[GEGER] Ada Hal Penting? Prabowo Undang Habib Rizieq ke Istana
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kemarin ada rombongan ulama diundang oleh Presiden saya diundang nah kemudian setelah bertemu dengan Presiden bincang dengan Presiden diskusi menjelaskan soal keadaan negara dan lain sebagainya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab melalui tayangan yang diunggah oleh kanal YouTube Berita Terbaru pada tanggal 10 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Saya bersyukur Presiden mengundang ulama mengundang habaib mengundang kiai diajak diskusi memaparkan rencana-rencananya ulama mengkritisi bagus memang mestinya begitu kalau perlu tiap bulan diskusi dengan ulama betul tidak.

Kemarin ulama setelah bertemu presiden presiden punya kesimpulan presiden berjanji baiklah kalau para ulama khawatir subhanallah walhamdulillah walailahaillallah ada dua golongan manusia kalau mereka baik masyarakat akan ikut baik kalau duanya jelek masyarakat akan ikut jelek siapa al ulama wal umara.

Kalau ulamanya baik umaranya baik niscaya masyarakat akan ikut baik Saudara kenapa karena ulama membimbing masyarakat ke arah kebenaran dan kebaikan dalam urusan agama dan umara membimbing masyarakat dalam arah kebenaran dan kebaikan dalam urusan dunianya Saudara sehingga masyarakat niscaya akan baik.

Tapi kalau sudah umarahnya jelek ulamanya jelek umaranya jahat ulamanya jahat kasihan masyarakat akan tersesat saudara nauzubillah min min minzalik maka itu saya mau tanya nih semua di sini mau tidak ulamanya baik setuju tidak mau tidak umarnya baik dukung tidak takbir itu kita ajak saudara.

Kalau ulama dan umara sudah berhubungan baik kita dorong supaya dua-duanya tidak membuat satu keputusan kecuali yang baik-baik saja insyaallah baik sebelum saya akhiri Saudara kemarin ada rombongan ulama diundang oleh Presiden untuk buka bersama bincang dengan Presiden diskusi soal Palestina dan lain-lainnya saudara saya diundang tapi saya tidak bisa hadir karena saya sedang sakit kurang sehat.

Tapi saya kirim saya punya menantu yaitu Habib Hanif bin Abdurrahman Al-Attas saudara nah kemudian setelah bertemu dengan presiden Saudara menjelaskan soal boat of peace menjelaskan soal Palestina menjelaskan soal keadaan negara dan lain sebagainya dan lain sebagainya setelah itu ulama-ulama punya pandangan ulama-ulama menilai ada yang kemudian mendukung ada juga yang tetap tidak mendukung utusan tersebut ada yang sampai taat ini tetap mengkritisi enggak apa-apa Saudara.

Yang penting presiden sudah mengundang ulama undang kiai yang diundang enggak main-main Saudara kiai-kiai sepuh pimpinan pondok-pondok pesantren yang gedim Saudara enggak main-main dari Lirboyo dari Tebu Ireng Saudara dari mana-mana ulama-ulama diundang Saudara bagus saya bersyukur Presiden mengundang ulama mengundang habaib mengundang kiai diajak diskusi memaparkan rencana-rencananya ulama mengkritisi bagus memang mestinya begitu kalau perlu tiap bulan diskusi dengan ulama betul takbir.

Cuman kadang-kadang ada bocil-bocil kurang ajar tahu bocil ya kalau bocil nih bahasa gen gen Z apa gen alpa nih kurang ajar ulama langsung dimaki-maki saudara apa di bilang ini ulama-ulama kalau sudah masuk istana keluar mereka jadi budak hawa nafsu mereka semua tersesat mereka semua ngejilat innillahi wa inna ilaihi rojiun enggak boleh begitu seput ada lagi yang lebih kurang ajar apa dibilang walaupun sejuta ulama sudah setuju kepada presiden saya tetap tidak setuju kayak lebih hebat dari ulama dia enggak tanggung-tanggung.

Dia dibilang sejuta ulama walaupun sudah sepakat tetap saya tolak eh ente siapa Kil ente siapa kalau sudah sejuta ulama sepakat itu bisa ijmak itu Saudara ulama enggak mungkin sepakat dalam kesesatan satu dua ulama mungkin salah jalan tapi semua ulama sepakat dalam maksiat sepakat dalam sesat mustahil enggak ulama enggak bakal sepakat dalam kesesatan kalau ada kesesatan yang disodorkan oleh segelintir ulama pasti ulama-ulama yang hak akan bicara ulama-ulama yang hak akan mengkritisinya Saudara jadi jangan mukul rata ente siapa vira saudara di Mesos.

Walaupun sejuta ulama sepakat saya tetap tidak setuju el siap bocil suruh ngaji dulu enggak boleh begitu dia enggak setuju dengan pendapat ulama silakan dia enggak mau ikut pendapat ulama silakan tapi jangan terus menggeneralisir semua ulama enggak benar enggak boleh juga langsung melepaskan diri sejuta ulama sepakat saya tetap tidak setuju nah kenapa ini saya sampaikan ini bahasa-bahasa begini bahaya.

Karena banyak anak-anak kita sekarang ini Pak Bu maaf ya nih Bapak Ibu maaf dulu kami-kami kalau belajar termasuk Kiai Haji Abdus Somad kita punya guru kita punya syekh kita punya dosen tapi sekarang ini anak-anak muda kita belajarnya sama Syekh Google ada lagi Syekh AI ada lagi Syekh Grock ada lagi Syekh apa lagi tuh eh CatGPT ya Allah bukan enggak boleh buka AI bukan bukan enggak boleh memanfaatkan Google bukan tapi kalau mau belajar agama wajib ada syekh wajib ada guru wajib nuntut ilmu ke ulama kira-kira jelas tidak paham tidak.

Tapi kalau gurunya ke Google ke AI ya begitu hasilnya walaupun sejuta ulama sepakat saya tetap tolak bala lu menyibat bergurunya sama Google sama AI jangan jangan jangan saudara jangan presiden panggil ulama bagus ulama diskusi dengan presiden bagus tidak bagus nah soal nanti ada ulama yang setuju enggak setuju enggak apa-apa biarkan kita hidup dinamis Saudara islam ini enggak kaku kira-kira jelas tidak paham tidak.

Nah sekarang saya mau tanya nih kalau ulama dipanggil presiden diskusi saya mau tanya jelek apa bagus jelek apa bagus jelek apa bagus nah kalau ulama diundang presiden enggak boleh datang enggak boleh dekat sama presiden ya nanti kalau ulama enggak boleh dekat sama presiden nanti yang peluk presiden mafiah nanti yang rangka presiden oligarke nanti yang dekat presiden koruptor nanti presiden dikelilingi oleh bandet-bandet penjahat betul.

Nah sekarang saya mau tanya Anda mau yang mana presiden dirangkul atau dirangkul penjahat dirangkul mafia atau dirangkul ulama dirangkul koruptor atau dirangkul ulama giliran ulamanya mendekati difitnah langsung astagfirullahalazim jangan jangan jangan ya Pak percayalah saudara mayoritas ulama di kita punya negeri alhamdulillah masih di jalan lurus mereka enggak bisa dibeli kalau ada oknum-oknum satu du yang bisa dibeli itu oknum Saudara ulama-ulama kita di pondok-pondok pesantren di majelis-majelis taklim di mimbar-mimbar di mana-mana tempat alhamdulillah mereka masih lurus masih tetap menegakkan amar makruf nahi munkar insya Allah.

Nah paling tidak kemarin ulama setelah bertemu presiden presiden punya kesimpulan presiden berjanji baiklah kalau para ulama khawatir keterlibatan Indonesia itu di Bob di lembaga perdamaian Palestina karena di sana ada Amerika dan Israel kami akan pelajari dan kami akan lihat kalau memang nanti kami lihat oh enggak ada manfaatnya oh ternyata benar bahaya nih buat kami kami akan mundur paling tidak itu satu komitmen presiden sudah sampaikan kita lihat aja ke depan mudah-mudahan kita tidak terjebak dalam permainan Amerika dan Israel amin amin ya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung