Berita, Nasional

[GEGER] Beber Cerita di Balik Layar, Denny Siregar Ungkap Rencana Kerusuhan 15 Ribu Massa Mirip 1998 yang Berhasil Dilumpuhkan

Repelita.id

08 November 2026 23:02 WIB

[GEGER] Beber Cerita di Balik Layar, Denny Siregar Ungkap Rencana Kerusuhan 15 Ribu Massa Mirip 1998 yang Berhasil Dilumpuhkan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Denny Siregar membongkar cerita di balik layar mengenai adanya dugaan skenario kerusuhan skala besar yang dirancang untuk melengserkan presiden.

ADVERTISEMENT

Pengakuan mengejutkan tersebut dituliskan langsung oleh Denny melalui unggahan di akun media sosial Facebook pribadinya yang seketika menyebar luas dan menyita perhatian publik pada Minggu, 8 November 2026.

"Ada satu cerita dibalik layar," tulis Denny mengawali catatan unggahannya.

Denny memaparkan bahwa sebelumnya sempat disusun rencana untuk memobilisasi sekitar 15 ribu massa aksi guna memicu kekacauan hingga aksi pembakaran demi memaksa presiden turun takhta sebagaimana tragedi kerusuhan tahun 1998.

"Sempat ada rencana kumpulkan 15rb massa, trus bikin kerusuhan. Bakar-bakaran sampe Presiden turun kayak kerusuhan 98," tambahnya.

Tidak berhenti di situ, Denny turut mengungkap adanya skenario lanjutan di mana kelak akan muncul figur tertentu yang tampil seolah-olah menjadi pahlawan penyelamat situasi, padahal sosok tersebut sejatinya merupakan dalang utama kejahatan.

"Dan nanti akan ada yg berdiri seolah-olah jadi pahlawan, padahal dia otak dari kejahatan," ungkapnya.

Kendati demikian, Denny mengklaim bahwa seluruh rancangan makar tersebut telah lebih dulu terendus aparat sehingga seluruh aktor pelakunya berhasil dilumpuhkan.

"Ketahuan. Dan mereka dibabat habis sampe lumpuh dan terdiam," pungkasnya.

Unggahan terbuka Denny Siregar tersebut langsung memancing reaksi riuh dari kalangan warganet di dunia maya.

Hingga sepuluh jam sejak dipublikasikan, status tersebut tercatat telah mendulang sebanyak 4,5 ribu tanda suka, dibanjiri 1,2 ribu komentar, serta dibagikan ulang hingga 154 kali oleh pengguna internet.

Beragam komentar pun bermunculan dari para pengguna media sosial yang ramai-ramai mengaitkan tulisan Denny tersebut dengan skandal penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian.

Sebagai konteks peristiwa yang sedang bergulir, kasus penyadapan massal yang melibatkan mantan elite Polri memang tengah menjadi sorotan tajam masyarakat luas hingga berujung pada penahanan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menyoroti dimensi tata kelola intelijen dalam skandal tersebut, pakar intelijen Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta menyampaikan analisis tajamnya mengenai pelanggaran prosedur baku negara.

Ia mengaku terkejut tatkala deretan nama tersangka yang diumumkan ke publik ternyata sama sekali tidak mencakup personel dari unsur intelijen resmi, yang menandakan adanya pelanggaran prosedur secara terang-terangan.

Menurut analisisnya, operasi penyadapan secara masif terhadap lebih dari 6.000 nomor telepon, termasuk milik para pejabat tinggi negara, membuktikan adanya praktik pengumpulan informasi di luar koridor prosedur operasional standar.

Stanislaus menegaskan bahwa tindakan penyalahgunaan kewenangan semacam itu sudah tergolong sebagai bentuk pengkhianatan terhadap institusi maupun negara apabila terbukti dijalankan demi kepentingan kelompok ataupun pribadi.

"Tindakan-tindakan penyadapan oleh intelijen itu boleh dilakukan dan sah ketika untuk kepentingan negara. Tetapi ketika targetnya tidak berpotensi menjadi ancaman negara dan dilakukan di luar prosedur, di situlah etika dan undang-undang dilanggar," tegas Stanislaus Riyanta sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung