Berita, Nasional

[GEGER] Bukan Dasco, Sri Radjasa Sebut Prabowo Siapkan Teddy Indra Wijaya Mendampingi Gibran Pada Pilpres 2029

Repelita.id

02 August 2026 23:59 WIB

[GEGER]  Bukan Dasco, Sri Radjasa Sebut Prabowo Siapkan Teddy Indra Wijaya Mendampingi Gibran Pada Pilpres 2029
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Peta dinamika kepemimpinan nasional menuju Pemilihan Presiden 2029 kian menghangat seiring munculnya kalkulasi strategis terkait suksesi kekuasaan.

Praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra memaparkan analisis mengejutkan mengenai proyeksi kepemimpinan puncak di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Radar politik nasional kini tidak lagi tertuju pada politikus senior seperti Sufmi Dasco Ahmad untuk menduduki posisi sentral pada Pilpres 2029.

Atensi lingkaran Istana diprediksi bergeser pada Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai cawapres pendamping Gibran Rakabuming Raka.

Pandangan tersebut dibeberkan langsung oleh Sri Radjasa Chandra dalam wawancara di kanal YouTube 245 TV yang dikutip pada Sabtu (1/8/2026).

Sebelum membedah peta suksesi mendatang, Radjasa mengulas balik latar belakang masuknya Gibran dalam kertas suara Pilpres 2024.

Ia menyebut bahwa proses penetapan Gibran sebagai cawapres diwarnai kesungguhan pribadi dari Prabowo Subianto yang meminta secara langsung.

"Jadi yang minta Gibran jadi wakil Prabowo, sampai lima kali loh itu pernyataan Dasco," ujar Radjasa.

Keterangan tersebut diklaim bersumber dari informasi yang pernah disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Fakta tersebut dinilai mematahkan berbagai spekulasi publik mengenai pihak yang paling berkepentingan mendorong Gibran ke panggung kepemimpinan nasional.

Menatap kontestasi politik lima tahun mendatang, Radjasa menilai Prabowo Subianto telah mulai menyusun rancangan figur potensial secara terukur.

Penataan suksesi tersebut tidak diarahkan kepada figur legislatif melainkan difokuskan kepada Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

"Nah, yang sekarang menjadi upaya Prabowo adalah bagaimana mengemas Teddy untuk mendampingi Gibran menjadi wapres," ungkap Radjasa.

Skenario penyandingan Teddy dengan Gibran dipandang sebagai kalkulasi politik guna menjamin stabilitas serta pengamanan posisi strategis Prabowo usai purnatugas.

"Dan ini juga menjadi backup-nya Prabowo juga nanti di kemudian hari," imbuhnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung