Berita, Viral Sosmed

[GEGER] Kapal Tanker Pertamina MT Gamsunoro Diawaki Full Kru India Terjebak di Selat Hormuz, Netizen Tuntut Penjelasan Resmi

Repelita.id

20 April 2026 23:22 WIB

[GEGER] Kapal Tanker Pertamina MT Gamsunoro Diawaki Full Kru India Terjebak di Selat Hormuz, Netizen Tuntut Penjelasan Resmi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dunia maritim Indonesia tengah dihebohkan oleh sebuah video unggahan akun @andrianumar yang menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan rekrutmen kru di kapal tanker milik Pertamina.

Dalam video yang viral pada Minggu (19/4/2026) tersebut, terungkap fakta bahwa kapal tanker MT Gamsunoro yang menyandang nama besar BUMN Indonesia justru dioperasikan sepenuhnya oleh awak kapal asal India.

ADVERTISEMENT

Kejadian bermula saat pemilik akun yang juga seorang pelaut Indonesia mencoba menghubungi kru MT Gamsunoro melalui sambungan radio di tengah laut.

Niat awal untuk menyapa sesama pelaut tanah air berubah menjadi kekecewaan saat jawaban yang diterima memastikan bahwa seluruh kru berasal dari India.

"Awalnya bangga lihat kapal menyebut Pertamina di tengah laut. Tapi begitu tanya kru, ternyata tidak ada satu pun orang Indonesia di dalamnya. Semua India," ungkapnya dalam video tersebut.

Kekecewaan ini bukan tanpa dasar karena berdasarkan data, Indonesia merupakan salah satu penyumbang tenaga pelaut terbesar di dunia.

Jumlah pelaut Indonesia mencapai 1,4 juta orang yang mencakup perwira hingga non-perwira dengan sertifikasi internasional.

Minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di kapal milik negara sendiri dinilai sebagai sebuah paradoks besar.

Hal ini memicu pertanyaan serius mengenai kedaulatan tenaga kerja di sektor maritim nasional.

Ketiadaan pelaut Indonesia di kapal sekelas MT Gamsunoro dianggap sebagai salah satu alasan mengapa banyak talenta maritim terbaik RI memilih berkarier di kapal asing.

Jika perusahaan milik negara sendiri tidak memprioritaskan sumber daya manusia lokal, wajar jika pelaut kita mencari peluang di negara lain yang lebih menghargai keterampilan mereka.

Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan manajemen Pertamina International Shipping (PIS).

Evaluasi terutama terkait kontrak manajerial kapal yang berakibat pada penggunaan kru asing secara penuh.

Isu ini kini menjadi diskusi luas di media sosial dengan beragam tanggapan dari netizen.

Komunitas pelaut mendesak pemerintah serta kementerian terkait untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini.

Mereka menuntut keberpihakan yang lebih nyata bagi pelaut domestik agar Indonesia bisa berdaulat di lautnya sendiri.

Terlebih lagi kapal tersebut beroperasi di bawah bendera perusahaan pelat merah milik negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung