Berita, Viral Sosmed

[GEGER] Koordinator Aksi BEM UI Hafidz Alami Tindak Kekerasan Di Jalan Raya Saat Berkendara

Repelita.id

05 November 2026 19:01 WIB

[GEGER] Koordinator Aksi BEM UI Hafidz Alami Tindak Kekerasan Di Jalan Raya Saat Berkendara
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Insiden kekerasan fisik yang menimpa aktivis gerakan kemahasiswaan di jalan raya kembali memicu respons ketegangan sosiopolitik yang masif di ruang publik siber.

ADVERTISEMENT

Aksi penganiayaan oleh oknum tidak dikenal tersebut dinilai sebagai upaya nyata untuk mengintimidasi elemen masyarakat sipil yang kritis terhadap jalannya pemerintahan.

Kabar mengenai situasi darurat kemanusiaan yang menimpa perwakilan intelektual muda ini disebarluaskan oleh akun media sosial Threads milik kaivalyaarunika.

Takarir digital yang memancing atensi puluhan ribu pasang mata itu diunggah pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

"Kordinator Aksi BEM UI, Hafidz.

Mengalami tindak kekerasan saat ia sedang berkendara, saat ini Hafidz sedang dirawat di RS," tulis akun kaivalyaarunika dalam laporan pembukanya.

Unggahan itu juga menyoroti adanya benturan sosiologis berdarah di wilayah barat tanah air yang melibatkan oknum aparat bersenjata serta masyarakat lokal.

Pihak penentang mengecam ketertutupan akses informasi karena sejumlah pemberitaan mengenai krisis keamanan daerah tersebut mendadak diturunkan dari ruang publik.

"Makin gak waras rezim ini, segala macam cara mereka lakukan untuk mengintimidasi masyarakat sipil.

Saat ini Aceh juga sedang kisruh sejumlah tentara melakukan kekerasan pada masyarakat di sana, dan beritanya di take down," sambung akun kaivalyaarunika berasumsi.

Narasi pembungkaman suara kritis ini memicu polemik tersendiri mengenai keabsahan linimasa kronologi kejadian perkara di kalangan pengguna internet lainnya.

Warganet mengingatkan agar penyampaian ekspresi sosiopolitik di jagat siber tetap bersandar pada fakta riil guna menghindari penyebaran berita palsu yang meresahkan.

"INI KEJADIANNYA 4 OKTOBER BTW.

GAK BISA DIPUNGKIRI KEJADIAN SEPERTI INI PUN BISA TERJADI KE KITA," bunyi koreksi dari akun vario110_cc secara persis pada kolom respons.

Pernyataan mengenai jarak waktu operasional demonstrasi tersebut dipertebal oleh komentar pengguna platform siber lainnya yang meminta fokus pembahasan diarahkan pada isu krusial lain.

Netizen mendesak publik menyoroti kasus pengeroyokan daerah hingga restrukturisasi regulasi perpajakan nasional dibandingkan mengulang komparasi berita lama.

"Bro, berita hafidz ini terjadi sebelum demo 28 oktober, boleh bersuara tapi jangan sebar hoax ya.

Bahas Pengeroyokan di Aceh, Pajak Hasyim atau Bencana Alam yang terjadi aja," cetus akun bintangcosmic tanpa keraguan.

Kendati demikian, pihak pengunggah utama bersikeras bahwa perbedaan momentum kalender tidak mengurangi esensi adanya ancaman nyata terhadap kebebasan berpendapat.

Elemen kepemudaan menegaskan komitmen perjuangan moral untuk terus menyuarakan keadilan sosiologis demi menjaga kedaulatan hak asasi manusia di tanah air.

"mau sesudah atau sebelum tidak penting yang kita tahu ini upaya pembungkaman, intimidasi, tindak kekerasan.

Tetap waspada kita, tdk ada lagi ruang yg aman di negara ini, untuk kita yg selalu berisik dan melawan‼️ Hanya Ada Satu kata: LAWAN✊," pungkas akun kaivalyaarunika menutup takarirnya.

Hingga saat ini, kondisi penanganan medis terhadap perwakilan mahasiswa tersebut masih terus dipantau oleh rekan sejawat kelembagaan kampus.

Elemen masyarakat sipil mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas motif penganiayaan di jalanan ini demi menjamin rasa aman bagi setiap warga negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok






View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung