Berita, Viral Sosmed

[GEGER] Lagu Erika Mahasiswa ITB Viral, Lirik Vulgar dan Dugaan Pelecehan di FH UI Jadi Sorotan Publik

Repelita.id

15 April 2026 14:01 WIB

[GEGER]  Lagu Erika Mahasiswa ITB Viral, Lirik Vulgar dan Dugaan Pelecehan di FH UI Jadi Sorotan Publik
Foto: Istimewa

Repelita Bandung - Sebuah video lawas berdurasi hampir empat menit yang memperlihatkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) membawakan lagu "Erika" dalam acara Orkes Semi Dangdut Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) tiba-tiba viral dan menjadi bahan bakar perdebatan panas di media sosial.

Unggahan dari akun X @iPoopBased itu menyebar cepat dalam hitungan jam, namun sorotan publik tidak tertuju pada kemeriahan acara melainkan pada lirik lagu yang dinilai telah melampaui batas kesopanan.

ADVERTISEMENT

Potongan kalimat seperti "Erika buka celana… sambil bawa botol Fanta… siapa mau boleh coba" dianggap oleh banyak pihak sebagai bentuk objektifikasi terhadap perempuan yang tidak pantas terjadi di lingkungan kampus.

"Ini anak HMT ITB isinya cabul sama mesum semua apa gimana ya?" cuit akun X @iPoopBased yang memicu gelombang kecaman dari warganet.

Ironisnya, lagu tersebut bukanlah barang baru karena telah beredar lebih dari satu dekade dan lahir dari cerita lapangan mahasiswa tambang yang jauh dari keramaian kota.

Namun waktu ternyata tidak lagi menjadi tameng karena apa yang dulu dianggap biasa kini dibaca ulang dalam lanskap kesadaran publik yang terus berubah seiring bergesernya norma dan meningkatnya sensitivitas.

Sorotan terhadap HMT ITB ini datang hanya berselang beberapa hari dari polemik lain yang tidak kalah mengusik, yakni dugaan percakapan bernada pelecehan seksual dalam grup mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Tangkapan layar yang beredar memuat komentar-komentar yang mereduksi perempuan menjadi objek, bahkan secara vulgar menyasar bagian tubuh tertentu.

Nama-nama yang disebut dalam percakapan itu dikaitkan dengan posisi strategis di lingkungan kampus, mulai dari pengurus organisasi hingga calon panitia kegiatan.

Dua peristiwa ini seperti cermin yang saling berhadapan, memantulkan bayangan yang sama tentang budaya yang belum sepenuhnya beranjak dari cara pandang lama terhadap perempuan.

Di satu sisi ada dalih tradisi, humor internal, atau alasan "sudah dari dulu", namun di sisi lain ada tuntutan zaman yang meminta ruang aman, hormat, dan setara bagi semua pihak.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus ITB maupun organisasi HMT terkait video viral tersebut.

Keheningan itu justru memperpanjang gema pertanyaan tentang sejauh mana institusi pendidikan bertanggung jawab atas budaya yang tumbuh di dalamnya.

Publik kini tidak hanya menjadi penonton tetapi juga penilai, dimana lagu yang dulu dinyanyikan tanpa beban kini dibedah kata per kata.

Kampus yang seharusnya menjadi ruang berpikir kritis kini dituntut untuk bertindak lebih dari sekadar diam menghadapi persoalan ini.

Di balik dentum musik dan layar percakapan, ada satu hal yang mengendap bahwa perubahan tidak bisa lagi ditunda karena di era ini bukan hanya apa yang dilakukan yang dinilai tetapi juga apa yang dibiarkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung