Repelita Jakarta - Pengakuan mengejutkan terkait kekhawatiran penyadapan di internal Korps Bhayangkara diungkapkan oleh mantan pejabat tinggi kepolisian.
Dugaan praktik pengawasan komunikasi terhadap para perwira aktif tersebut memicu gejolak perbincangan hangat di kalangan warganet.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai pengakuan purnawirawan jenderal itu diunggah oleh akun @iniactadiurna pada Selasa, 3 November 2026.
"ZAMAN LISTYO SIGIT JADI KAPOLRI, KOMUNIKASI ANAK BUAHNYA DISADAP Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn.) Oegroseno, mengungkap komunikasi dengan sejumlah juniornya yang kini berpangkat Brigjen, Irjen hingga Komjen tidak lagi berjalan mudah. Ada kekhawatiran komunikasi melalui telepon seluler mereka dipantau atau disadap pimpinan.", tulis akun @iniactadiurna pada Selasa, 3 November 2026.
Pernyataan mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn.) Oegroseno tersebut memantik berbagai reaksi keras dan spekulasi dari netizen di kolom komentar.
Tanggapan kritis disampaikan oleh akun @monoxxviee pada Selasa, 3 November 2026 terkait hak istimewa kelompok tertentu.
"pantesan selama sigit jd kapolri geng solo selalu di istimewa smpe masalah ijasah aja kepolisian pasang badan...", tulis akun @monoxxviee pada Selasa, 3 November 2026.
Sorotan senada mengenai penggunaan lembaga negara juga diungkapkan oleh akun @usno.usno.967 pada Selasa, 3 November 2026.
"Selama Mulyono berkuasa apa yg tdk dimnfaatkan MK , Pejabat yg terkait pemilu Polri mnjadi pelindungnya", tulis akun @usno.usno.967 pada Selasa, 3 November 2026.
Di sisi lain, akun @tamlikhaneky melontarkan rasa ketidakpercayaannya terhadap penyataan purnawirawan tersebut pada Selasa, 3 November 2026.
"Biar sy orang pati gak pernah percaya ama ogroseno", tulis akun @tamlikhaneky pada Selasa, 3 November 2026.
Sanggahan tersebut kemudian dibalas oleh akun @indahrudy pada Selasa, 3 November 2026 yang mengaitkannya dengan isu penyadapan pimpinan negara.
"Sekarang berita ybs sadap R1 gw percaya ogroseno dr pd elu emangcsiapa lu orang pati😂😂", tulis akun @indahrudy pada Selasa, 3 November 2026.
Dinamika pengakuan mantan pejabat tinggi ini mempertegas ketegangan internal serta isu pengawasan ketat di tubuh kepolisian.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads