Berita, Nasional

[GEGER] Prabowo Tuding Jurnalis, Pengamat, dan LSM sebagai Londo Ireng: Senang Mengabdi kepada Bangsa Lain

Repelita.id

24 July 2026 16:12 WIB

[GEGER] Prabowo Tuding Jurnalis, Pengamat, dan LSM sebagai Londo Ireng: Senang Mengabdi kepada Bangsa Lain
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden prabowo subianto menyampaikan pandangan menohok ketika memberikan pidato dalam perayaan puncak milad partai politik di ibu kota pada kamis, 23 juli 2026.

Kepala negara membeberkan rencana ambisius pemerintah untuk merenovasi ratusan ribu fasilitas pendidikan yang terbengkalai selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

"Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," kata Prabowo.

Namun, sang pemimpin menyayangkan sikap sebagian awak media yang justru fokus memberitakan bangunan sekolah rusak alih-alih mengapresiasi puluhan ribu gedung yang telah diperbaiki.

"Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama," ujarnya.

Meski menyimpan kekecewaan atas pemberitaan tersebut, beliau memilih menahan diri dan belum mau mengungkap identitas media massa yang bersangkutan.

"Aduh. Dia kita-kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut," imbuhnya.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat serta membuka ruang bagi kritik yang membangun dalam alam demokrasi.

"Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak antikritik, tapi kita bukan anak kecil," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, sang presiden menyoroti keberadaan segelintir elemen masyarakat yang dituding gemar melayani kepentingan pihak asing.

"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya," ungkapnya.

Watak pengkhianat bangsa pada masa penjajahan tersebut kini disebut telah bermutasi ke dalam berbagai bentuk profesi modern di tengah publik.

"Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM," paparnya.

Beliau bahkan melontarkan pertanyaan terbuka untuk mempertanyakan asal-usul aliran dana yang menghidupi para pengamat serta pegiat lembaga swadaya tersebut.

"Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah. Kita tahu kan," ujarnya.

Menutup arahannya, sang kepala pemerintahan menanggapi berbagai isu miring mengenai ancaman kebangkrutan negara yang terus disebarkan secara berkala.

"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia collapse. Bulan April lewat nggak collapse, Mei lewat nggak collapse, bulan Juli akan collapse. Tiap bulan akan collapse," ucapnya (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung