Berita, Viral Sosmed

Geisz Chalifah Rujak Ade Armando: Politik Pembunuhan Karakter Ala Tukang Cuci Piring Politik, Hukum Tajam ke Lawan Tumpul ke Lingkar Kuasa

Repelita.id

18 April 2026 23:04 WIB

Geisz Chalifah Rujak Ade Armando: Politik Pembunuhan Karakter Ala Tukang Cuci Piring Politik, Hukum Tajam ke Lawan Tumpul ke Lingkar Kuasa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik Geisz Chalifah menulis kritik pedas terhadap praktik politik pembunuhan karakter yang dilakukan oleh Ade Armando dan kawan-kawan, yang disebutnya memanfaatkan potongan video ceramah Jusuf Kalla untuk membentuk persepsi negatif.

Pak JK berbicara tentang pengalamannya menyelesaikan konflik Poso dan Maluku, pengalaman yang lahir dari keterlibatan nyata ketika negeri ini terbakar oleh pertikaian, namun bagi mereka yang hidup dari gaduh, pengalaman justru dipelintir menjadi bahan propaganda, tulis Geisz dalam tulisannya pada Sabtu, 18 April 2026.

ADVERTISEMENT

Potongan video itu dicomot, dipisahkan dari konteksnya, lalu diolah menjadi senjata propaganda oleh Ade Armando, Abu Janda, dan sejenisnya, bukan untuk mencari kebenaran melainkan untuk membentuk persepsi publik yang keliru.

Ketika Pak JK berkata bahwa polemik ijazah Jokowi semestinya cukup diakhiri dengan menunjukkan dokumennya kepada publik, ucapan sesederhana itu pun kembali dipelintir seolah sebuah kejahatan yang layak dipidanakan.

Inilah tabiat paling rendah dalam politik, ketika argumen tak lagi dipakai untuk menjawab argumen, fitnah dijadikan alat, potongan video dijadikan senjata, dan hukum dijadikan pentungan, tegas Geisz Chalifah.

Cara-cara seperti ini bukan barang baru karena ia adalah metode lama para laron kekuasaan, makhluk-makhluk kecil yang terbang mengitari cahaya kuasa, mabuk oleh panasnya, lalu merasa dirinya matahari.

Mereka tidak pernah hidup dari kehormatan, mereka hidup dari manipulasi, dari framing, dari upaya sistematis membunuh nama baik siapa pun yang tidak bersedia tunduk, tulis Geisz.

Untuk saya pribadi, Ade Armando telah berulang kali menyerang saya lewat monolog-monolog murahan setiap kali kader-kader PSI tumbang dalam debat terbuka di televisi.

Ketika argumen mereka rontok di ruang diskusi, Ade muncul sebagai tukang cuci piring politik, membersihkan kekalahan dengan fitnah dan serangan personal, demikian pengakuan Geisz.

Ironinya, orang seperti itu pernah menyandang status tersangka, tetapi proses hukumnya lenyap entah ke mana, seolah hukum di negeri ini hanya tajam kepada lawan namun tumpul terhadap mereka yang berada di lingkar kuasa.

Karena itulah orang seperti Ade Armando tetap merasa aman, ia tahu ada kekuasaan yang melindunginya, ada jaringan yang menopangnya, dan ada kepentingan yang membuatnya terus dipelihara.

Tetapi satu hal tak pernah berubah, seekor bajingan tetaplah bajingan, sekalipun dibungkus jabatan, dilindungi penguasa, dan diberi panggung oleh media, pungkas Geisz Chalifah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung