Repelita [Jakarta] - Bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela dilaporkan telah merenggut setidaknya 920 nyawa, sementara puluhan ribu warga lainnya masih dalam status hilang.
Wilayah pesisir La Guaira menjadi pusat kehancuran paling parah akibat guncangan tektonik tersebut, menyebabkan banyak infrastruktur hancur total.
ADVERTISEMENT
Fasilitas umum, apartemen, serta berbagai pemukiman penduduk di kawasan tersebut kini berubah menjadi tumpukan puing berserakan.
Tim evakuasi internasional saat ini berupaya keras melakukan pencarian terhadap para korban yang dikhawatirkan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, mengungkapkan bahwa proses penyelamatan di lapangan menghadapi rintangan yang sangat pelik.
Aktivitas pencarian kerap terhambat oleh gempa susulan serta struktur bangunan yang sangat rapuh dan berbahaya bagi para petugas.
"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," ujar Fletcher, Minggu (28/6/2026).
Keterbatasan alat berat memaksa warga setempat beserta sukarelawan melakukan pencarian korban secara manual di tengah keputusasaan.
Marjosly Salazar, salah seorang warga yang kehilangan anggota keluarganya, mencurahkan amarah atas minimnya bantuan pemerintah di lokasi terdampak.
"Tolong, kami butuh bantuan di sini. Kami butuh mesin untuk mulai mengangkat tiang-tiang itu. Kami belum melihat pejabat pemerintah di sini, sama sekali tidak ada," ungkapnya.
Ketidakpuasan masyarakat memuncak saat pemimpin sementara Delcy Rodriguez disambut cemoohan ketika meninjau lokasi reruntuhan di Caracas.
Warga yang tersulut emosi meluapkan protes keras terhadap pengamanan yang ada dengan berteriak, "Pemerintah tidak melakukan apa pun untuk rakyat."
Di sisi lain, harapan untuk menemukan penyintas di titik-titik bencana kini mulai memudar seiring berjalannya waktu.
Nadiomar Polanco, pemimpin regu penyelamat dari Chile, menyebut banyak kompleks bangunan yang hancur total dan sulit ditembus.
"Sayangnya, bangunan tersebut runtuh total, dan kecil kemungkinan menemukan korban selamat. Upaya kini difokuskan pada evakuasi jenazah para korban meninggal," kata dia.
Kini, dukungan internasional terus mengalir dengan sedikitnya 17 negara, termasuk Amerika Serikat dan Spanyol, telah menerjunkan tim bantuan ke lokasi bencana. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok