Repelita Jakarta - Ketegangan diplomatik akibat dampak kabut asap lintas batas memicu reaksi keras dari kepala negara menyusul maraknya sindiran dari sejumlah negara tetangga.
ADVERTISEMENT
Langkah taktis penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan berskala regional tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat guna menjaga martabat bangsa di kancah internasional.
Otoritas kepresidenan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh korporasi internasional yang terbukti menjadi dalang di balik kerusakan ekosistem tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kegeramannya atas perlakuan tidak adil pihak luar dengan menegaskan komitmen transparansi bahwa jika negara kita terus disudutkan atas masalah asap ini, saya tidak akan segan untuk membuka seluruh data kepemilikan konsesi lahan perusahaan asing yang menjadi penyebab kebakaran.
Ia menambahkan bahwasanya langkah pembukaan dokumen rahasia tersebut dinilai krusial agar publik global mengetahui secara objektif pihak-pihak yang bertanggung jawab atas timbulnya bencana ekologis.
Kementerian terkait diinstruksikan segera merampungkan proses audit investigatif menyeluruh terhadap pemegang izin konsesi guna mempermudah langkah penegakan hukum pidana lingkungan.
Sinergi pengawasan diperketat di sejumlah wilayah rawan guna memastikan kepatuhan korporasi multinasional terhadap aturan moratorium pembukaan lahan baru demi memulihkan kualitas udara nasional.
Ketegasan sikap ini diharapkan mampu meredam polemik eksternal sekaligus menjadi momentum penataan ulang tata kelola industri kehutanan dan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di tanah air. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok