Berita, Viral Sosmed

Gibran Memang Sudah Sepantasnya Dijauhkan dari Prabowo

Repelita.id

22 July 2026 23:42 WIB

Gibran Memang Sudah Sepantasnya Dijauhkan dari Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sebuah momen dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan pada Senin (20/7) mencuri perhatian publik yang lebih besar dari pada substansi rapat itu sendiri.

Formasi tempat duduk yang memperlihatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lagi berada di sisi kiri Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan perbincangan hangat di pelbagai lini masa.

ADVERTISEMENT

Posisi putra sulung Presiden ke-7 RI itu kini tampak duduk berbaur di deretan kursi yang diduduki oleh para menteri Kabinet Merah Putih .

Alih-alih berdampingan dengan Prabowo, Gibran terlihat duduk persis di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto .

Perubahan tata letak yang kontras dengan sidang kabinet sebelumnya pada 13 Maret 2026 ini lantas memicu pelbagai tafsir di kalangan masyarakat .

Sejumlah warganet menilai perubahan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan sebuah sinyal berlapis makna.

"Mungkin ini sudah merupakan salah satu sinyal dari Presiden itu sendiri dan tentunya masyarakat yang menonton video ini juga memiliki penafsiran yang berbeda," tulis akun @muhammad.priono menanggapi peristiwa tersebut .

Pernyataan lebih tegas datang dari akun @febribobhakim yang menyatakan, "Memang sdh sepantasnya dijauhkan dari Prabowo" .

Komentar lain turut mewarnai ruang publik, seperti "Kayak berasa gak dianggap..seperti diberi jarak, pertanda apakah ini..?" dari @nafrysoldiers, serta "Cm hadir sbg pelengkap.." yang dilontarkan oleh @ahmadi10 .

Meski demikian, tak sedikit pula yang memilih pandangan lebih netral, seperti akun @i.c.salasa yang berkomentar, "Posisi tempat duduk pejabat tidak penting, yg penting posisi Indonesia semakin maju dan berkembang" .

Menanggapi hiruk-pikuk publik, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi segera memberikan klarifikasi resmi.

Ia menegaskan bahwa pengaturan tempat duduk tersebut murni didasari oleh keperluan teknis pelaksanaan sidang dan sama sekali tidak memiliki motif lain .

"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo di lingkungan Istana Kepresidenan .

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memerlukan ruang gerak yang lebih leluasa untuk memaparkan sejumlah program strategis dengan didukung oleh data yang komprehensif.

"Karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu teleprompter. Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout," imbuhnya menambahkan .

Senada dengan itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan tata letak kursi dalam sidang kali ini mengikuti format taklimat presiden kepada seluruh anggota kabinet, bukan format rapat yang menempatkan presiden dan wapres berdampingan .

"Pengaturan tempat duduk semata-mata merupakan teknis penyelenggaraan acara. Tidak ada perubahan kedudukan ataupun pengurangan peran konstitusional Wakil Presiden," ujar Qodari .

Di sisi lain, Partai Gerindra pun turut angkat bicara untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Ketua DPP Gerindra, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa hubungan antara Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tetap harmonis dan saling melengkapi.

"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," ujar Bambang saat ditemui di Jakarta, Rabu .

Ia mencontohkan tugas Gibran yang kerap melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk menyerap aspirasi dan mengecek pelaksanaan program pemerintah.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti nyata kekompakan dan pembagian peran yang baik antara kedua pemimpin negara.

"Jadi jangan didramatisir. Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," tegas Bambang .

Sebagai informasi, unggahan yang memicu perbincangan hangat ini telah mendapat respons dari 997 pengguna dan memicu 186 komentar hingga berita ini diturunkan . (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung