Berita, Nasional

Gigin Praginanto Kritik Pejabat Tinggi: Bandingkan Indonesia-Belanda seperti Alphard dan Becak Pindad

Repelita.id

11 September 2026 16:49 WIB

Gigin Praginanto Kritik Pejabat Tinggi: Bandingkan Indonesia-Belanda seperti Alphard dan Becak Pindad
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto kembali menyoroti sosok yang disebutnya sebagai pejabat tinggi melalui unggahan di akun X @giginpraginanto pada 11 September 2026.

Gigin menyampaikan kritik keras terhadap perbandingan Indonesia dengan Belanda yang dinilainya tidak sepadan, sekaligus mempertanyakan kapasitas pejabat yang menjadi sasaran komentarnya.

ADVERTISEMENT

"Orang setolol ini kok bisa jadi pejabat tinggi. Orang gak sekolah pun tahu membandingkan Indonesia dengan Belanda sama dengan membandingkan Toyota Alphard dengan becak motor buatan Pindad"

Pernyataan tersebut disampaikan Gigin pada pukul 4.06 PM, 11 Sep 2026, dan menjadi bagian dari kritiknya terhadap pejabat yang sebelumnya juga ia soroti.

Sehari sebelumnya, 10 September 2026, Gigin melalui akun yang sama menyinggung persoalan pengangkatan seseorang sebagai Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS.

Dalam unggahan tersebut, ia menilai persoalan utama justru berada pada keputusan yang menempatkan sosok tersebut sebagai pimpinan lembaga statistik nasional.

"Kesalahan utama gerletak pada yang menjadikan dia kepala BPS. Dia bukan ahli statistik tapi sarjana teknik kimia. Pengangkatannya adalah pelecehan terhadap para pakar statistik dengan rekam jejak meyakinkan."

Gigin sendiri dikenal sebagai pengamat kebijakan publik dan dalam kedua unggahannya tersebut memberikan penilaian kritis terhadap kapasitas pejabat serta keputusan pengangkatannya.

Kritik yang disampaikan pada 10 dan 11 September 2026 itu memperlihatkan konsistensi Gigin dalam mempersoalkan latar belakang keilmuan, kapasitas, serta cara pejabat tersebut membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain.

Pernyataan Gigin merupakan pandangan dan kritik pribadi yang disampaikannya melalui media sosial, sehingga penilaian mengenai kapasitas pejabat maupun keputusan pengangkatannya perlu dilihat dalam konteks fakta dan data yang dapat diverifikasi.( *)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung