Repelita Jakarta - Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto menyampaikan kritik mengenai pembukaan hutan yang dikaitkan dengan perluasan perkebunan kelapa sawit melalui unggahan di akun X @giginpraginanto pada 10 September 2026.
Dalam unggahan yang dibuat pada pukul 10.56 AM tersebut, Gigin menuliskan pernyataan singkat yang bernada sindiran terhadap alasan yang digunakan dalam pembukaan kawasan hutan.
ADVERTISEMENT
"Alasan paling mantap membabat hutan untuk perluasan kebun sawit. Bakarrrr!"
Unggahan Gigin kemudian mendapat perhatian dari pengguna X lain yang memberikan tanggapan terhadap isu pembabatan hutan dan perluasan perkebunan sawit.
Salah satu tanggapan datang dari akun @podo_radong1 pada 10 September 2026 yang menulis, "belajar babat hutan ?"
Sementara itu, unggahan terkait yang muncul dalam percakapan tersebut juga memperlihatkan akun @BayaniB72911 pada tanggal yang sama, meski tidak terdapat isi komentar yang terlihat dalam materi yang disampaikan.
Pernyataan Gigin tersebut menyoroti isu lingkungan yang berkaitan dengan perubahan fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, terutama mengenai alasan dan praktik pembukaan lahan yang menjadi perhatian publik.
Pembukaan hutan untuk perkebunan sawit selama ini menjadi salah satu isu yang kerap memunculkan perdebatan karena berkaitan dengan tata kelola lahan, lingkungan, serta kepentingan ekonomi.
Namun, unggahan tersebut merupakan pandangan dan kritik Gigin yang disampaikan melalui media sosial, sehingga tudingan mengenai pembabatan hutan untuk perluasan perkebunan sawit perlu dilihat berdasarkan data, lokasi, izin, dan fakta yang dapat diverifikasi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Alasan paling mantap membabat hutan untuk perluasan kebun sawit. Bakarrrr! pic.twitter.com/aEV0Wg7qYZ
— gigin praginanto (@giginpraginanto) September 10, 2026