Repelita [Jakarta] - Partai Golkar memberikan tanggapan terkait sikap politik PDI Perjuangan yang hingga saat ini belum menentukan posisi definitif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa partainya menghargai pilihan politik yang diambil oleh PDIP, meskipun posisi partai berlambang banteng itu dinilai masih samar.
ADVERTISEMENT
Terserah PDIP saja. Tapi kalau membaca komentar beberapa tokoh PDIP, mereka berposisi sebagai penyeimbang. Kami menghormati posisi PDIP sebagai penyeimbang tersebut, ujar Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Sarmuji menambahkan bahwa klaim sebagai kekuatan penyeimbang tersebut perlu diuji melalui langkah nyata di lapangan, sehingga masyarakat dapat menilai sendiri efektivitasnya.
Yang jelas sampai sekarang PDIP tidak masuk di pemerintahan. Kalau praktik penyeimbang itu soal lain. Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai, imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, mendesak agar PDIP segera bersikap tegas antara memilih oposisi atau mendukung pemerintahan secara terbuka.
Menurut Jazilul, sikap ambigu tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian yang dapat mengganggu konsolidasi koalisi dalam merealisasikan janji-janji kampanye Presiden Prabowo.
Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata, tutur Jazilul, Kamis, 18 Juni 2026.
Jazilul juga mempertanyakan esensi dari label penyeimbang yang disematkan PDIP, karena ia menilai fungsi tersebut belum terlihat implementasinya.
Jangan abu-abu sikapnya. Selama ini yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat pihak lain. Tapi kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program. Jadi, posisinya supaya gentle saja, tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan pentingnya kejelasan posisi politik agar jalannya program kerja pemerintah tidak terhambat oleh manuver yang dinilai tidak konsisten.
Karena selama ini memang ada kesan di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan seperti apa, itu saya tidak paham. Jadi, yang penting memastikan posisinya saja supaya kita bisa bergerak secara baik, pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok