Berita, Nasional

GRIB Akui Bantu Aparat Bubarkan Demo 27 Agustus sebagai Pam Swakarsa: Demonstrasi Itu Harus Bubar Pukul 18.00

Repelita.id

31 August 2026 16:16 WIB

GRIB Akui Bantu Aparat Bubarkan Demo 27 Agustus sebagai Pam Swakarsa: Demonstrasi Itu Harus Bubar Pukul 18.00
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Petinggi organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya memberikan pengakuan terbuka terkait keikutsertaan kelompoknya dalam membantu aparat keamanan menertibkan aksi unjuk rasa di ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal GRIB Jaya bernama Zulfikar ketika membuka acara rapat kerja daerah di wilayah Kabupaten Sukabumi pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Klarifikasi terbuka itu diutarakan guna merespons berbagai pemberitaan miring yang menuding organisasi kemasyarakatan tersebut sebagai dalang di balik kerusuhan massal yang sempat memecah ketertiban umum.

Keterangan resmi mengenai keterlibatan anggotata di lapangan ditegaskan melalui kutipan kalimat asli yang disampaikan oleh pengurus pusat ormas tersebut tanpa mengalami perubahan redaksional.

Sekjen GRIB Jaya memberikan penjelasan melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Kemarin itu kita memang ikut sebagai Pam Swakarsa membantu pihak keamanan bubarkan massa.

Lebih lanjut, ia berdalih bahwa kerumunan orang yang berada di lokasi kejadian pada malam hari tersebut sudah bukan lagi bagian dari kelompok pengunjuk rasa murni yang menyampaikan aspirasi secara konstitusional.

Pihaknya menilai aksi demonstrasi yang sah memiliki aturan tegas mengenai batas waktu operasional sehingga tidak dibenarkan berlanjut hingga larut malam demi menghindari potensi penyusupan.

Argumen terkait batas waktu penyampaian pendapat di muka umum tersebut diperkuat lewat kutipan kalimat berikutnya yang diungkapkan secara lugas kepada para hadirin rapat.

Zulfikar menyampaikan pandangannya melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Massa yang bukan lagi pendemo.

Penegasan mengenai aturan normatif jam kepulangan massa unjuk rasa dijelaskan kembali secara terperinci melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Itu bukan pendemo.

Pernyataan tersebut ditegaskan kembali dengan merujuk pada regulasi normatif yang berlaku di tanah air melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Demonstrasi itu ada aturannya di negara kita.

Batasan waktu krusial terkait kapan sebuah aksi massa wajib membubarkan diri diuraikan secara spesifik lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Demonstrasi itu berakhir dan harus bubar 06.00 sore.

Ia mengeklaim bahwa kelompok aliansi masyarakat dari daerah yang menggelar aksi pada siang hari telah sepenuhnya meninggalkan lokasi kawasan gedung dewan sejak jam kepulangan yang wajar.

Fakta kepulangan rombongan pengunjuk rasa asal daerah tersebut diperkuat melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Dan demo yang siang itu dari Pati sudah selesai.

Keterangan lanjutan mengenai situasi arus kepulangan massa dari daerah itu ditegaskan kembali melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Sudah habis.

Pernyataan penutup terkait kondisi setelah massa asli membubarkan diri disampaikan lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Pulang mereka.

Situasi keamanan justru berubah drastis setelahnya akibat kemunculan kelompok provokator lain yang memang sengaja berniat menciptakan kekacauan serta merusak fasilitas umum hingga tengah malam.

Gelagat mencurigakan dari kelompok perusuh malam hari tersebut disamakan dengan pola-pola gerakan terlarang masa lalu melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Muncullah perusuh yang memang sengaja buat keusuhan.

Tindakan perusakan yang dilakukan oleh kelompok tak dikenal tersebut dipaparkan secara tajam melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Membuat kerusakan.

Aksi beringas para perusuh di jalan raya digambarkan lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Merusak mobil pribadi orang yang lewat, dan melakukannya sampai tengah malam.

Kejanggalan aktivitas massa pada waktu tersebut disoroti tajam melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Demo apa tengah malam.

Kecaman keras terhadap pola pergerakan malam hari tersebut dipertegas kembali melalui kutipan kalimat penutup yang berbunyi, Demo sampai tengah malam itu PKI.

Pernyataan kontroversial itu diakhiri dengan perbandingan telak melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Itu pola-pola PKI.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung