Repelita Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan fokus pemerintah daerah saat ini adalah percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis dibandingkan membuat konten media sosial.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltim tahun 2027, ia mengaku lebih banyak bekerja secara langsung di lapangan ketimbang menampilkan aktivitas melalui platform digital.
ADVERTISEMENT
Rudy menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tengah menggenjot berbagai program prioritas mulai dari infrastruktur dasar, sektor pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal masyarakat.
Salah satu program yang disorot adalah peningkatan penerangan jalan umum yang dinilai sudah menunjukkan hasil positif di sejumlah daerah seperti Kutai Kartanegara.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga menyiapkan solusi untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar terutama dalam penyediaan listrik dan akses internet.
Program berbasis energi terbarukan seperti panel surya atau solar cell direncanakan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah 3T tersebut.
Di sektor pendidikan, Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas dan akses pendidikan melalui pembangunan ruang kelas baru.
Dukungan terhadap tenaga pendidik juga menjadi prioritas karena langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam aspek konektivitas, Rudy menyoroti sejumlah proyek strategis seperti pembangunan Jembatan Long Bagun Seberang dengan nilai anggaran mencapai Rp150 miliar.
Proyek jembatan tersebut didukung oleh pihak swasta dan diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas di wilayah Mahakam Hulu yang selama ini terisolasi.
Pemerintah provinsi juga mendorong pengembangan UMKM di seluruh kabupaten dan kota dengan rencana menghadirkan dukungan langsung dari pemerintah pusat.
Selain itu, penguatan konektivitas logistik menjadi perhatian utama termasuk rencana relokasi pelabuhan di Penajam Paser Utara agar lebih efisien dalam mendukung distribusi kebutuhan pokok ke Balikpapan.
Tak hanya itu, program penyediaan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum juga terus dipercepat di sejumlah wilayah seperti Balikpapan, Bontang, dan Kutai Timur.
Infrastruktur air bersih ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan dalam jangka panjang.
Rudy juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPR RI dalam mendukung pembangunan termasuk penanganan rumah tidak layak huni.
Meskipun berbagai program berjalan, Rudy mengakui bahwa aktivitas pemerintahannya jarang terlihat di ruang publik digital karena kesibukan di lapangan.
“Kita bekerja. Cuma memang kami bekerja jarang terlihat, jarang disampaikan di media sosial, karena kami lebih banyak bekerja ketimbang membuat konten,” lugasnya dilansir dari kanal YouTube Merdekadotcom.
“Tapi kalau memang dibutuhkan kontennya agar masyarakat bisa melihat, tidak apa-apa juga nanti kita buat. Karena kita sibuk sekali,” sambungnya menjelaskan alasan di balik minimnya eksposur media sosial.
Fokus utama gubernur memang diarahkan pada penyelesaian pekerjaan di lapangan, namun ia membuka kemungkinan untuk meningkatkan komunikasi publik agar masyarakat dapat lebih mengetahui progres pembangunan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan pemerataan pembangunan terutama di wilayah pesisir dan daerah terpencil.
Target akhir dari semua program ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur di masa mendatang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok