Berita, Viral Sosmed

Guntur Romli : Bukan Soal Lulusan Luar Negeri, Masalahnya Gibran Tidak Punya Ijazah Tamat SMA!

Repelita.id

11 October 2026 13:38 WIB

Guntur Romli  : Bukan Soal Lulusan Luar Negeri, Masalahnya Gibran Tidak Punya Ijazah Tamat SMA!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdebatan publik mengenai keabsahan dokumen persyaratan administrasi milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memicu reaksi keras di ruang digital.

Kritik tajam tersebut mengemuka menyusul adanya upaya pembelaan dari para pendukung yang dinilai berupaya membelokkan substansi persoalan yang sebenarnya terjadi.

ADVERTISEMENT

Pernyataan keras mengenai polemik tersebut diunggah melalui sebuah rekaman video berdurasi pendek yang disiarkan pada hari Minggu, 11 Oktober 2026.

Pembahasan mengenai kejanggalan dokumen administrasi itu ditayangkan secara orisinal oleh jurnalis sekaligus politisi Mohamad Guntur Romli melalui akun @GunRomli.

Dalam tayangan tersebut, sang pembicara meminta agar publik tidak terkecoh oleh argumen defensif yang membawa-bawa latar belakang sistem studi internasional.

"jangan ngeles masalahnya bukan lulusan luar negeri bukan sistem pendidikan yang berbeda masalahnya adalah Gibran tidak punya ijazah tamat SMA," tegas Mohamad Guntur Romli di awal penjelasannya.

Ia mengimbau kepada seluruh simpatisan agar menyudahi narasi pembelaan yang menggunakan alasan nasib para pelajar diaspora di luar negeri.

"buat para pendukung Gibran berhentilah berlindung di balik dalih dan alasan nasib lulusan luar negeri bagaimana sistem pendidikan itu kan berbeda antar negara atau bagaimana nasib diaspora itu cuma pengalihan isu yang murahan jangan seret ribuan anak bangsa yang belajar di luar negeri yang tekun untuk menutupi borok satu orang boroknya Gibran," lanjut Mohamad Guntur Romli menyampaikan kritikannya.

Kondisi sosiologis yang dialami oleh para alumni luar negeri pada kenyataannya berbanding terbalik dengan kemudahan yang diperoleh oleh putra mantan presiden tersebut.

"faktanya justru terbalik para lulusan luar negeri itu adalah korban ketidakadilan jika dibandingkan dengan Gibran mereka datang dengan dokumen lengkap ijazah atau sertifikat tamat setara SMA transkrip keterangan dari perwakilan RI di negara setempat dan dokumen-dokumen lainnya toh mereka tetap harus antri dan menunggu berminggu-minggu sampai surat keterangan penyetaraan itu keluar itulah prosedur yang dijalani rakyat biasa," jelas Mohamad Guntur Romli menguraikan ketimpangan pelayanan.

Keistimewaan administrasi yang didapatkan oleh sang pejabat negara dinilai sangat mencolok lantaran durasi penerbitannya yang instan meskipun dokumen yang diserahkan tidak lengkap.

"lalu Gibran tanpa membawa sertifikat atau ijazah tamat setara SMA dengan dokumen yang sangat minim bahkan tidak lengkap suketnya bisa terbit tidak sampai sehari kilat ajaib prosedur mana yang mengizinkan itu aturan mana yang memperbolehkan surat penyetaraan setara SMA terbit tanpa bukti ijazah tanpa bukti kelulusan," pasar Mohamad Guntur Romli mempertanyakan dasar hukum kebijakan tersebut.

Sebagai perbandingan objektif, terdapat sejumlah tokoh nasional lain yang juga mengenyam bangku sekolah di Singapura namun dokumen kelulusannya clear.

"toh tokoh-tokoh lain yang tamatan SMA atau sederajat dari Singapura seperti Nadim Makarim Emil Dardak tidak pernah ada masalah selama ini karena mereka punya sertifikat atau ijazah kelulusan SMA atau sederajat berbeda dengan Gibran yang zong jadi jangan membodohi publik ini bukan soal perbedaan sistem pendidikan antarnegara," sambung Mohamad Guntur Romli membandingkan kasus serupa.

Penegasan ulang diberikan bahwa polemik ini merupakan murni masalah pemenuhan syarat personal yang bersangkutan dan bukan masalah institusional antarnegara.

"ini kasus personal gibran tidak punya bukti tamat setara SMA tetapi diberi suket dalam hitungan jam ini perlakuan istimewa yang menabrak peraturan dan prosedur hanya karena Gibran anak presiden yang berkuasa saat itu," ujar Mohamad Guntur Romli menerangkan adanya dugaan penyalahgunaan relasi kekuasaan.

Dampak dari pelonggaran aturan demi kepentingan keluarga elit dinilai mencederai rasa keadilan sosial bagi jutaan warga negara yang taat hukum.

"kalau aturan bisa dilipat demi anak penguasa apa kabar keadilan bagi jutaan anak bangsa yang taat prosedur hentikan ngeles terima saja kenyataan ini gibran memang tidak pernah tamat atau lulus dari SMA dia tidak punya ijazah SMA itu masalah sebenarnya," kata Mohamad Guntur Romli mengakhiri pernyataan utamanya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung