Repelita Jakarta - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai pernyataan Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon yang mengklaim di Dewan Keamanan bahwa Hizbullah bertanggung jawab atas insiden-insiden yang melukai pasukan UNIFIL termasuk yang menewaskan dua anggota pasukan asal Indonesia adalah hal yang prematur.
“Israel seolah ingin menutupi sejak awal dengan pernyataan yang tidak didasarkan pada hasil investigasi dan bukti-bukti,” kata Hikmahanto pada Kamis (2/4/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menuturkan bahwa penyelidikan baru akan dilakukan oleh UNIFIL, dan justru dengan pernyataan ini seolah Israel memang adalah pihak yang melakukan serangan dan sengaja menciderai Pasukan Perdamaian PBB.
Hikmahanto mengapresiasi pernyataan Dubes Indonesia untuk PBB Umar Hadi yang menyatakan menolak apapun alasan yang disampaikan oleh Israel.
“Bahkan investigasi yang dilakukan oleh UNIFIL harus independen dan pada saatnya harus menyebut secara tegas siapa yang bertanggung-jawab sehingga tidak ada upaya mereka-reka atau melindungi pihak yang seharusnya bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ke depannya Indonesia harus meminta agar negara-negara dan pihak-pihak yang berkonflik memberi perlindungan yang kuat bagi para penjaga perdamaian, dan bila ada yang menjadi korban dari suatu serangan tidak boleh dibiarkan tanpa akuntabilitas.
“Bila tidak ada jaminan, Indonesia harus nyatakan secara tegas Indonesia tidak akan berkontribusi pada Pasukan Perdamaian PBB di masa mendatang,” pungkas Hikmahanto.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok