Berita, Nasional

Guru Gembul Sebut Sekolah Rusak Visi Hidup dan Mentalitas Tanpa Cita-Cita Ancam Masa Depan Bangsa

Repelita.id

28 September 2026 21:31 WIB

Guru Gembul Sebut Sekolah Rusak Visi Hidup dan Mentalitas Tanpa Cita-Cita Ancam Masa Depan Bangsa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah peringatan keras disampaikan agar jutaan rakyat tidak terkejut setelah mendengar mengenai kondisi krusial yang tengah dihadapi bangsa saat ini.

Pernyataan blak-blakan ini diutarakan oleh perwakilan dari kanal YouTube Ngaji Roso dalam sebuah tayangan diskusi mendalam yang dirilis pada Senin, 28 September 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam program tersebut, Guru Gembul hadir sebagai pembicara utama untuk membuka fakta secara terus terang agar semua pihak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Ia memaparkan kekhawatirannya mengenai mentalitas masyarakat Indonesia yang dinilai tidak terbiasa memiliki cita-cita dan hanya hidup mengalir seperti air tanpa ide.

Fakta menyedihkan ini tercermin dari fenomena pelajar sekolah hingga mahasiswa perguruan tinggi yang memilih jurusan pendidikan tanpa mengetahui arah tujuan masa depan mereka.

Banyak anak kuliah yang sekadar menghabiskan waktu demi menunda kemandirian agar tetap mendapat suplai pemenuhan kebutuhan hidup dari orang tua mereka secara terus-menerus.

Kondisi tersebut dinilai terjadi akibat kegagalan sistem pendidikan nasional dalam memelihara serta membangun visi kehidupan anak-anak sejak usia dini secara terarah.

"Sekolah kita merusak visi hidup kita," tegas Guru Gembul saat menjelaskan akar permasalahan dalam video di kanal YouTube Ngaji Roso tersebut.

Kreativitas anak sering kali dibatasi seperti ketika mereka dimarahi saat bermain skateboard atau ketika menggambar sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan guru.

Metode pengujian kecerdasan juga dikritik tajam karena nilai siswa hanya ditentukan oleh sejauh mana kemampuan mereka dalam menghafal setiap jawaban dari guru.

Padahal indikator murid pintar yang sesungguhnya adalah mereka yang aktif berpikir kritis dan mampu mengajukan banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab pengajar.

Guna memelihara potensi tersebut, langkah awal paling universal yang harus dilakukan oleh lingkungan sekitar adalah dengan tidak merusak rasa penasaran seorang anak.

Sikap rasa ingin tahu itu merupakan representasi orisinal dari bakat serta potensi berbeda yang dimiliki setiap individu untuk menghadapi tantangan kehidupan kelak.

Selain membahas pendidikan, Guru Gembul juga mengidentifikasi dirinya sebagai seorang muslim fundamentalis yang ingin mengembalikan umat pada titik paling dasar dan awal.

Ia mengimbau masyarakat agar membebaskan diri dari belenggu dogma buatan manusia maupun praktik mafia agama yang kerap membuat hubungan dengan Tuhan terasa rumit.

Baginya, Islam mengajarkan esensi kesederhanaan sehingga segala macam pendapat manusia yang terlalu ribet dan mengikat sebagai syariah baru sebaiknya segera ditinggalkan.

Menghadapi masa transisi krusial dalam lima tahun ke depan, ia memprediksi rumpun keilmuan STEM yang berhubungan dengan hitung-hitungan menjadi bidang yang tetap survive.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung