Repelita [Jakarta] - Tokoh agama nasional melontarkan kritik tajam terhadap pergantian kepemimpinan lembaga pemenuhan gizi yang dinilai belum membawa perubahan berarti bagi publik.
Pimpinan instansi strategis tersebut dipandang gagal menumbuhkan optimisme baru menyusul rangkaian kemelut yang mendera para pejabat sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Cendekiawan muslim itu bahkan menyatakan gagasannya secara terbuka terkait langkah ekstrem yang bakal diambil apabila menduduki posisi pucuk pimpinan.
Kepala BGN yang baru tidak memberikan harapan apapun, ujar sang tokoh agama sebagaimana dikutip pada hari Rabu, 22 Juli 2026.
Langkah radikal pertama yang akan ia eksekusi adalah menghentikan seluruh aktivitas unit pelayanan gizi di lapangan secara serentak.
Kalau saya yang jadi kepala BGN, saya hentikan operasional SPPG mulai besok, ucapnya.
Sebagai gantinya, dana anggaran besar tersebut disarankan agar langsung didistribusikan dalam bentuk bantuan tunai kepada para pelajar dari keluarga prasejahtera.
Saya langsung kasih uang Rp15 ribu ke siswa miskin saja dengan mekanisme penyaluran seperti dana BOS, tegasnya.
Kebijakan alternatif tersebut diyakini mampu memangkas pemborosan keuangan negara secara signifikan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.
Insya Allah hemat ratusan Triliun, imbuhnya.
Sisa anggaran yang berhasil diselamatkan nantinya dapat dialihkan untuk membiayai fasilitas kesehatan gratis dan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta membuka lapangan pekerjaan baru.
Akan saya kembalikan ke negara uang ini untuk kesehatan dan pendidikan hingga S1 gratis plus membuka lapangan kerja sedapatnya, kuncinya.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok