Berita, Nasional

Gus Nur Sebut Buku Islam Ala Prabowo Karya Penjilat Kelas Dewa

Repelita.id

09 September 2026 22:04 WIB

Gus Nur Sebut Buku Islam Ala Prabowo Karya Penjilat Kelas Dewa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik tanah air belakangan ini dihebohkan dengan peredaran sebuah buku kontroversial bertajuk Islam Ala Prabowo yang memicu beragam tanggapan dari para tokoh publik.

Salah satu figur yang turut angkat bicara mengenai terbitan tersebut adalah Sugi Nur Raharja atau yang lebih akrab disapa sebagai Gus Nur.

ADVERTISEMENT

Dalam pandangannya, Gus Nur mengaku menemukan sejumlah kejanggalan mendasar yang membuatnya meragukan latar belakang penyusunan buku tentang Presiden Prabowo Subianto itu.

Kendati demikian, ia secara terbuka mengakui bahwa analisis subjektif yang ia sampaikan belum tentu sepenuhnya tepat di mata masyarakat luas.

“Mungkin kesimpulan saya enggak 100 persen benar, tapi insya Allah juga enggak 100 persen salah," ujar Gus Nur, Rabu (9/9/2026).

Setelah memberikan catatan awal tersebut, ia lantas melontarkan kritik dengan nada pedas menanggapi muatan serta narasi yang tersaji di dalam buku tersebut.

Tanpa ragu, Gus Nur menyebut karya tulis itu menggunakan istilah yang sangat menusuk dan tergolong ekstrem untuk ukuran kritik buku politik.

“Intinya, buku ini adalah buku penjilat kelas dewa. Ini penjilat terlicin, termunafik, terjijik sepanjang sejarah penjilatan, dunia penjilatan," tukasnya.

Selain menyerang isi buku, ia juga meragukan klaim bahwa kepala negara terlibat langsung dalam proses penulisan naskah risalah tersebut.

Ia menduga kuat bahwa buku itu merupakan hasil karya kolaboratif dari sejumlah pihak yang berkedudukan di lingkaran kekuasaan maupun kelompok keagamaan tertentu.

“Oke, jadi buku ini sepertinya bukan Prabowo yang nulis," jelasnya.

Lebih lanjut, ia merinci dugaannya mengenai keterlibatan sejumlah kalangan yang diklaim ikut memberikan sumbangsih ulasan maupun komentar dalam buku tersebut.

Menurut pengamatannya, nama-nama dari unsur pemuka agama hingga pejabat tinggi disinyalir ikut menghiasi halaman-halaman buku itu.

“Buku ini sepertinya ditulis atau disusun oleh beberapa orang, komentar dari beberapa orang yang notabene Majelis Ulama Indonesia, yang seorang ulama, kumpulan ulama, baznas, yang juga circle-circle ulama," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa lingkaran elite pesantren dan birokrasi pemerintahan turut mendominasi isi dari terbitan yang sedang menjadi sorotan publik itu.

"Lalu pejabat-pejabat, Gus-gus, Kiai-kiai, sepertinya ada di situ," timpalnya.

Menutup pandangannya, ia kembali menegaskan bahwa esensi dari buku tersebut dinilai terlalu sarat dengan sanjungan berlebihan kepada penguasa negara.

“Intinya kesimpulanku ini buku penjilat luar biasa, licinnya luar biasa, isinya hanya memuji-muji pejabat Presiden Republik Indonesia," tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung