Repelita [Jakarta] - Ancaman tindakan tegas dilontarkan Habib Bahar bin Smith saat memimpin unjuk rasa penolakan minuman keras bersama ribuan anggota ormas di Citeureup. Pernyataan mendesak penghentian operasional pabrik tersebut diunggah oleh akun @Piyusaja2 pada tanggal 19 Agustus 2026.
Massa yang tergabung dalam Front Persaudaraan Islam serta elemen masyarakat lainnya memadati area tempat produksi barang haram tersebut.
ADVERTISEMENT
"Habib Bahar: Tutup produksi miras atau saya bakar. Setelah saya bakar, saya menyerahkan diri ke Polda Jabar" tulis akun @Piyusaja2 menirukan orasi di lokasi demonstrasi.
Aksi lapangan yang berlangsung ketat di wilayah Kabupaten Bogor tersebut memicu beragam reaksi dan dukungan dari para pengguna platform X.
"Miras merusak generasi bangsa" tulis akun @EprayEprayvej7 dalam kolom tanggapan.
Pihak aparat keamanan setempat terus berjaga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca munculnya gertakan keras dari pimpinan ormas tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Habib Bahar: Tutup produksi miras atau saya bakar. Setelah saya bakar, saya menyerahkan diri ke Polda Jabar
— Mas P1yu🍉🇮🇩 (@Piyusaja2) August 19, 2026
Hal itu disampaikan Habib Bahar saat turun langsung dalam Aksi bersama massa FPI dan sejumlah ormas di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (18/8/2026).#NEWPORT pic.twitter.com/E9OODYjHk1