Berita, Nasional

Habib Rizieq Shihab Pertanyakan Ucapan Prabowo Subianto, Singgung Pengaruh Teman Sekitar

Repelita.id

04 May 2026 22:27 WIB

Habib Rizieq Shihab Pertanyakan Ucapan Prabowo Subianto, Singgung Pengaruh Teman Sekitar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Imam Besar Front Persaudaraan Islam, Habib Rizieq Shihab, menyindir adanya sosok Jenderal Baliho yang kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih.

Jabatan tersebut diketahui diemban oleh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Dudung Abdurachman, yang pernah viral karena aksi penurunan baliho FPI pada tahun 2020.

ADVERTISEMENT

Mulanya Rizieq membahas mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritiknya untuk kabur ke Yaman saja dalam sebuah pidato di Cilacap.

Rizieq menganggap bahwa pernyataan Prabowo yang menyebut "Kabur ke Yaman" itu muncul karena mendapat bisikan dari sosok Jenderal Baliho di sekitarnya.

"Gara-gara apa tu itu? Punya teman jelek saudara. Satu tahun setengah Presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq dalam tayangan video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television pada awal Mei 2026.

"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar saudara?" sambungnya.

"Eh ternyata ada sebabnya lagi, ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai saudara, udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi Penasihat Presiden bidang Pertahanan Nasional, dilantik lagi saudara," ucap Rizieq menuding.

Menanggapi sindiran tersebut, Dudung Abdurachman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan merespons dengan santai dan tidak terlalu ambil pusing.

"Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya," ujar Dudung kepada awak media pada Senin (4/5/2026).

Istilah jenderal baliho sendiri muncul saat Dudung masih menjabat sebagai Pangdam Jaya pada tahun 2020.

Saat itu Dudung memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) yang saat itu dipimpin Rizieq Shihab dan sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Front Pembela Islam sendiri kini telah berubah nama menjadi Front Persaudaraan Islam setelah melalui berbagai proses hukum.

Ketika itu Pangdam Jaya membantu tugas Satpol PP DKI Jakarta yang sudah mencopot baliho FPI namun dipasang kembali oleh simpatisan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dalam pidatonya saat meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap pada Rabu (29/4/2026) menyinggung soal tagar Kabur Aja Dulu.

"Saya mengimbau, saya menggugah kalian, kerahkan dari hatimu, cintamu kepada bangsa dan rakyat, berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita. Ini kesempatan emas," ujar Prabowo.

"Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa! Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan! Jangan kepandaianmu, kau pakai untuk memperkaya bangsa lain! Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri," lanjutnya.

Pada era kekinian Prabowo kemudian menyindir tagar Kabur Aja Dulu yang sempat viral di media sosial.

"Terus gerakan ini, gerakan itu, terus kita dibikin apalagi Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang. Ada yang mau kabur, ada yang mau kabur, kabur aja, kabur aja kau ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan! Mau kabur ke mana?" kata Prabowo dengan nada sindiran.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling aman dan damai di dunia sehingga ia tidak masalah bila ada yang ingin kabur.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung