Berita, Nasional

Hardiknas, BEM SI Demo Patung Kuda: Pendidikan Dinilai Bukan Prioritas Negara

Repelita.id

02 May 2026 18:53 WIB

Hardiknas, BEM SI Demo Patung Kuda: Pendidikan Dinilai Bukan Prioritas Negara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta Pusat - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Berdasarkan pemantauan di lokasi, massa aksi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi tersebut tampak masih berkumpul dan menyampaikan aspirasi mereka dengan penuh semangat.

ADVERTISEMENT

Mereka menyoroti secara khusus kondisi pendidikan kekinian yang dinilai masih belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan Pemerintah Indonesia.

Para mahasiswa menyampaikan protes dan tuntutan mereka dari atas mobil komando, dengan orasi demi orasi yang dilontarkan oleh para orator secara bergantian.

Selain menyampaikan pidato lisan, massa aksi juga menyatakan sikap tuntutan mereka secara tertulis yang berisi sejumlah poin krusial.

Tuntutan pertama adalah mendesak reformasi tata kelola anggaran pendidikan serta pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan, dan penghentian komersialisasi pendidikan yang berlebihan.

Kedua, mereka mendesak adanya evaluasi terhadap Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 guna melindungi hak asasi para korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Ketiga, pemerintah pusat dan daerah didesak untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas substantif, bukan sekadar formalitas dalam alokasi anggaran semata.

Keempat, aksi ini menuntut pemerataan akses pendidikan yang berkualitas hingga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), pelosok, serta kelompok-kelompok rentan.

Kelima, BEM SI mendesak peningkatan kesejahteraan guru sekaligus penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan, dan bermartabat, serta pemerataan distribusi guru dan reformasi sistem rekrutmen.

Keenam, mereka menuntut rehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak dan pemenuhan sarana-prasarana pendidikan yang layak di seluruh wilayah Indonesia.

Ketujuh, kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang juga menjadi desakan penting dalam aksi demonstrasi ini.

Kedelapan, mahasiswa mendorong penguatan pendidikan karakter yang nyata, kontekstual, serta berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal.

Kesembilan, transparansi dan pengawasan yang ketat terhadap seluruh penggunaan anggaran pendidikan merupakan tuntutan yang tak kalah mendesak.

Kesepuluh, mereka mendesak revisi pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sipil.

Dalam penegasan sikapnya, BEM SI menyatakan bahwa pendidikan tidak boleh terus diposisikan hanya sebagai sektor pelengkap dalam pembangunan nasional.

Pendidikan adalah fondasi utama bangsa, dan kegagalan negara dalam mengelola pendidikan secara adil akan berdampak langsung terhadap masa depan Indonesia.

Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi titik balik untuk mengembalikan arah pendidikan sebagai alat pembebasan, pemerataan, dan kemajuan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung