Berita, Nasional

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Kudeta terhadap Prabowo, Pengamat: Istilah Itu Berlebihan dan Bisa Jadi Kegaduhan Politik

Repelita.id

10 April 2026 22:31 WIB

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Kudeta terhadap Prabowo, Pengamat: Istilah Itu Berlebihan dan Bisa Jadi Kegaduhan Politik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan adanya upaya kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto, pernyataan yang langsung menuai beragam reaksi dari para pengamat politik.

Adik kandung Presiden Prabowo itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah forum yang mengejutkan banyak pihak, mengingat posisinya yang berada di lingkaran terdalam kekuasaan .

ADVERTISEMENT

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, istilah "kudeta" yang digunakan Hashim berpotensi menimbulkan tafsir ganda di masyarakat .

Ia menjelaskan bahwa dalam pengertian umum, kudeta identik dengan tindakan ilegal yang kerap melibatkan militer untuk merebut kekuasaan secara paksa dan inkonstitusional .

Namun, melihat kondisi politik dan ekonomi saat ini, peluang terjadinya hal tersebut dinilai sangat kecil karena belum terjadi krisis yang membuka peluang kudeta .

Jamiluddin juga menyoroti soliditas Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dinilainya masih solid mendukung pemerintahan Prabowo, dengan para petinggi TNI yang umumnya sangat loyal terhadap presiden .

Sementara itu, peneliti senior Citra Institute Efriza menilai penggunaan diksi "kudeta" oleh Hashim sebagai bahasa yang tendensius dan tidak proporsional dengan kondisi politik saat ini .

Secara historis, istilah ini identik dengan intervensi kekuatan militer atau pembelotan elite di internal pemerintahan, sehingga penggunaannya dinilai terlalu berlebihan .

Efriza mengkhawatirkan penggunaan istilah sensitif ini justru akan menjadi "gorengan" isu yang liar di tengah masyarakat .

Ia menduga isu kudeta ini sebenarnya hanyalah cerminan dari dinamika internal yang belum stabil, termasuk persaingan pengaruh antara kekuatan "Hambalang" dan "Geng Solo" .

Efriza juga menegaskan bahwa klaim sensitif seperti kudeta wajib dibarengi dengan bukti yang kuat, karena tanpa bukti narasi tersebut hanya akan menjadi kegaduhan politik yang tidak perlu .

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Presiden Prabowo akan sulit dikudeta selama ia diterima masyarakat, memiliki program prorakyat, dan berani menindak mafia tambang .

"Tidak ada yang akan bisa mengkudeta sekali pun militer," kata Pangi melalui layanan pesan, Jumat (10/4/2026) .

Namun, kata dia, Prabowo perlu mewaspadai pihak yang akan diuntungkan langsung jika kudeta terhadap kepala negara terlaksana, yakni Wakil Presiden RI .

"Ya, yang lain saya pikir enggak ada manfaat dan enggak akan merasakan langsung keuntungan dari kudeta, kecuali wakilnya sendiri," ujar Pangi .

Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat dua Presiden RI pernah dilengserkan dan Wakil Presiden yang menjabat saat itu naik tahta menjadi pemimpin pemerintahan .

"Oleh karena itu, Presiden harus waspada terhadap Wakilnya, karena kita enggak tahu ujungnya," ungkapnya .

Sementara itu, peneliti senior Citra Institute Efriza menambahkan bahwa pernyataan Hashim yang bersumber dari lingkaran terdalam kekuasaan membuat publik menangkapnya sebagai informasi yang sangat serius .

"Secara hukum, setiap upaya menggulingkan pemerintahan yang sah itu tindak pidana terhadap keamanan negara. Jika benar ada rencana kudeta, aparat penegak hukum harus segera bertindak melakukan penyelidikan," kata Efriza .

Meskipun demikian, para pengamat sepakat bahwa dukungan terhadap Prabowo masih kuat dari berbagai elemen, termasuk partai politik di parlemen dan masyarakat luas .

Polri dinilai tidak memiliki kapasitas untuk melakukan kudeta dan cenderung tetap setia kepada pemerintah, apalagi tanpa restu dari TNI .

"Rakyat juga masih banyak mendukung Prabowo. Kalau pun ada yang berseberangan dengan Prabowo, tentu tak cukup mampu melakukan kudeta kalau tidak mendapat lampu hijau dari TNI," ujar Jamiluddin .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung