Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Adegan Laskar Pelangi Viral, Dinilai Mirip Kontroversi LCC MPR di Kalbar

Repelita.id

13 May 2026 22:25 WIB

[HEBOH] Adegan Laskar Pelangi Viral, Dinilai Mirip Kontroversi LCC MPR di Kalbar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah potongan video dari film Laskar Pelangi kembali ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial setelah dikaitkan dengan kontroversi lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat.

Meskipun latar waktu dan tempat yang diangkat dalam film berbeda jauh dengan kejadian sesungguhnya, namun konteks adegan dalam potongan video tersebut dinilai publik memiliki kemiripan yang mencolok.

ADVERTISEMENT

Dalam cuplikan film yang beredar luas itu, tiga siswa SD Muhammadiyah Gantung yang dikenal dengan nama Ikal, Lintang, serta Mahar sedang mengikuti kompetisi cerdas cermat.

Saat sesi berlangsung, Lintang memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan, tetapi dewan juri dengan tegas menyatakan bahwa jawaban tersebut salah.

"Yang benar pukul 10 lewat 5 menit," ucap seorang juri dalam adegan film tersebut.

Seorang guru pendamping yang diperankan oleh aktor Tora Sudiro pun langsung angkat bicara dan memprotes keputusan juri di hadapan para penonton.

"Eh sebentar, tunggu dulu. Hasil aku sama dengan hitungan anak itu," ujarnya dengan nada tinggi.

Juri yang merasa tidak terima dengan protes tersebut balik mempertanyakan maksud dari sang guru dengan nada kesal.

"Maksudmu apa?"

"Menurut aku hitungan anak itu benar," jawab sang guru dengan tegas.

Juri lantas merasa kapasitasnya sebagai penilai sedang diragukan oleh seorang pendamping yang notabene bukan bagian dari tim juri.

"Kau mau ragukan kami? Lagipula, dari tadi aku melihat anak itu tidak pernah menghitung," katanya dengan nada tajam.

Guru tersebut lantas menjelaskan bahwa persoalannya bukanlah soal meragukan kemampuan juri, melainkan meminta agar jawaban Lintang layak untuk dipertimbangkan ulang.

Ia bahkan menawarkan untuk melakukan hitungan ulang di papan tulis sebagai bentuk pembuktian, tetapi tawaran itu langsung ditolak oleh dewan juri.

Perdebatan pun berlangsung cukup alot dan tegang hingga akhirnya Lintang sendiri yang maju dan menguraikan secara rinci hitungannya di hadapan semua orang.

Belakangan, dewan juri akhirnya mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan memenangkan tim dari SD Muhammadiyah Gantung dalam kompetisi tersebut.

"Maaf, kami melakukan kesalahan. Jawaban anak ini benar. Jadi pemenangnya adalah regu C dari SD Muhammadiyah," ucap juri dengan nada menyesal.

Kasus dalam film ini dinilai publik memiliki kemiripan yang nyaris sama dengan kontroversi yang menimpa tim SMAN 1 Pontianak dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat.

Kontroversi tersebut mencuat setelah tim SMAN 1 Pontianak mengunggah potongan video yang dianggap janggal melalui akun Instagram @smansaptk.informasi.

Kejadian bermula saat pertanyaan diajukan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Peserta diminta untuk menjawab apakah pemilihan anggota BPK wajib mendapatkan pertimbangan terlebih dahulu dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden," jawab regu C yang merupakan wakil dari SMAN 1 Pontianak.

Namun, jawaban tersebut dinyatakan salah oleh dewan juri, sementara pertanyaan yang persis sama kemudian dijawab oleh regu B dengan kalimat yang identik dan dinyatakan benar.

Tim dari SMAN 1 Pontianak pun memprotes keputusan tersebut karena substansi jawaban yang diberikan oleh kedua regu dinilai tidak berbeda sama sekali.

Menanggapi protes yang disampaikan, salah seorang anggota dewan juri menyebut bahwa persoalan sebenarnya terletak pada artikulasi atau kejelasan pelafalan dari peserta.

"Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai," katarnya sebagai klarifikasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung