Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Aksi Bentang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Berakhir dengan Pengamanan Aktivis ke Polda Metro Jaya

Repelita.id

20 October 2026 16:14 WIB

[HEBOH] Aksi Bentang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Berakhir dengan Pengamanan Aktivis ke Polda Metro Jaya
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelaran aksi unjuk rasa oleh sejumlah aktivis lingkungan di kawasan pusat kota berakhir dengan tindakan pengamanan oleh pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai peristiwa tersebut sebelumnya diunggah oleh akun posko.rakyat62 pada hari Selasa, 20 Oktober 2026.

Massa yang melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, langsung digiring ke Mapolda Metro Jaya.

"PARA AKTIVIS GREENPEACE DITANGKAP USAI PROTES GELAR SPANDUK DI BUNDARAN HI: NEGARA TAKUT SPANDUK? 😥 Para aktivis Greenpeace Indonesia digiring ke Polda Metro Jaya usai gelar protes dengan membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Spanduk yang mereka pasang bertuliskan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah". Greenpeace Indonesia juga menyebut; "Haze and Prabowo Regime = Nasional Disaster. No Progres Without Protest"." tulis akun posko.rakyat62 dalam takarir awalnya.

Kalimat protes dalam bahasa asing tersebut merujuk pada kritik atas fenomena kabut asap yang dinilai sebagai sebuah bencana nasional.

"Kabut asap dan rezim Prabowo adalah Bencana Nasional. Tidak ada kemajuan tanpa protes" tulis akun posko.rakyat62 menjelaskan arti tulisan tersebut.

Melalui pergerakan ini, massa mendesak pihak berwenang untuk segera mengatasi permasalahan ekologis serta beban ekonomi yang menghimpit masyarakat.

"Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup." tulis akun posko.rakyat62 menjabarkan tuntutan utama organisasi tersebut.

Setelah menyelesaikan aksi di atas monumen tugu, para peserta aksi turun dan langsung diarahkan oleh petugas menuju kendaraan ambulans milik kepolisian.

Saat dibawa oleh aparat keamanan, salah satu orator dari atas mobil sempat meneriakkan keluhan mengenai dampak nyata dari perubahan lingkungan global.

"Krisis iklim menyengsarakan masyarakat." teriak salah satu aktivis di lapangan.

Dirinya juga menambahkan bahwa situasi lingkungan yang memburuk membuat pemenuhan kebutuhan dasar hidup menjadi semakin sulit dicapai.

"Akses hidup dan hunian yang layak bagi masyarakat saat ini sangat sulit dijangkau," tambah aktivis tersebut saat digiring petugas.

Merespons tindakan pengamanan ini, perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta memberikan pernyataan resmi mengenai status hukum para demonstran.

Pengacara Publik LBH Jakarta Daniel Winarta memastikan bahwa pihaknya bersama koalisi advokasi sipil telah turun tangan memberikan bantuan hukum.

"Teman-teman climber yang sudah turun saat ini dalam kondisi yang aman, dan saat ini dibawa ke Mapolda Metro Jaya dan didampingi oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD)," kata Daniel Winarta.

Di sisi lain, perwakilan organisasi lingkungan tersebut menjelaskan bahwa momentum protes sengaja dipilih bersamaan dengan dua tahun berjalannya pemerintahan nasional saat ini.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait menegaskan tujuan mereka untuk mendesak jajaran eksekutif agar memberikan perhatian penuh pada isu ekologi.

"Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat," ujar Jeanny Sirait.

Secara spesifik, dirinya mengungkit persoalan kebakaran lahan tahunan yang terus berulang dan mengancam wilayah luar Jawa seperti Kalimantan.

Dampak dari polusi udara tersebut dinilai sangat merugikan, baik dari segi pemeliharaan kesehatan publik maupun keberlangsungan usaha kecil mandiri.

"Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari," tutur Jeanny Sirait.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung