Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Bendahara Negara Tidak Tahu soal Puluhan Ribu Motor Listrik untuk SPPG

Repelita.id

07 April 2026 21:46 WIB

[HEBOH] Bendahara Negara Tidak Tahu soal Puluhan Ribu Motor Listrik untuk SPPG
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui secara detail soal pengadaan puluhan ribu unit motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah viral di media sosial .

Bendahara Negara itu mengungkapkan bahwa usulan serupa terkait pengadaan motor dan komputer untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya pernah diajukan pada tahun lalu .

ADVERTISEMENT

Namun, menurut pengakuannya, usulan tersebut saat itu ditolak oleh Kementerian Keuangan karena jumlahnya dinilai terlalu banyak dan belum menjadi prioritas .

"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak," ujar Purbaya saat diskusi bersama media di Kantin Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026) .

Ia menambahkan bahwa untuk tahun ini, dirinya belum mengetahui apakah kebijakan tersebut telah berubah atau tidak .

"Yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatmentnya," kata Purbaya .

Purbaya menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada boleh atau tidaknya pengadaan tersebut, melainkan pada kejelasan program dan prioritas penggunaan anggaran .

Menurutnya, anggaran program MBG semestinya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat .

"Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan," tegas bendahara negara itu .

Ia juga menyebut bahwa pada tahun lalu, pihaknya sempat menolak rencana pembelian komputer dan motor dalam jumlah yang dinilai terlalu besar .

"Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu saya akan lihat lagi seperti apa," tandas Purbaya .

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 .

Motor tersebut diperuntukkan bagi Kepala SPPG untuk mendukung operasional program MBG di lapangan .

Dadan juga meluruskan isu jumlah pengadaan yang disebut mencapai 70.000 unit dengan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar .

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," ujar Dadan dalam keterangan resminya .

Ia memastikan bahwa motor listrik tersebut hingga saat ini belum didistribusikan dan masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) .

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelas Dadan .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung