Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] “Debat Sudah Jelas, Masih Salah Pilih?” Netizen Gencar Tagih Janji Prabowo: Kesehatan Gratis hingga 300 Fakultas Kedokteran

Repelita.id

04 June 2026 17:21 WIB

[HEBOH] “Debat Sudah Jelas, Masih Salah Pilih?” Netizen Gencar Tagih Janji Prabowo: Kesehatan Gratis hingga 300 Fakultas Kedokteran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang kritik terhadap janji-janji politik Prabowo Subianto kembali mengemuka di ruang publik setelah sejumlah netizen menagih realisasi program-program di luar Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegelisahan masyarakat ini terekam dalam unggahan akun media sosial @Catatan_ali7 pada 3 Juni 2026 yang memuat daftar tuntutan, seperti kesehatan gratis, kenaikan gaji guru, hingga pembangunan 300 fakultas kedokteran baru.

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut, sebagaimana terlihat dalam image_4c7704.jpg, memicu reaksi luas mengenai kredibilitas pemimpin pasca-pemilu.

Perdebatan ini berakar dari unggahan sebelumnya oleh akun yang sama pada 2 Juni 2026, yang menyoroti perbedaan kualitas antar paslon saat debat presiden berlangsung.

Melalui image_4c7722.png, ia mempertanyakan alasan mengapa publik masih kerap merasa salah dalam menentukan pilihan suara meski kualitas calon sudah terlihat jelas di atas panggung debat.

Beragam respons netizen membanjiri kolom komentar, mulai dari kekecewaan mendalam hingga tudingan adanya manipulasi dalam proses penghitungan suara.

Akun @kurniawan221279 menulis: Bukan salah pilih cuk. Anis menang mutlak. Tapi Rezim jokowi udj setting menangin wowo.

Senada dengan hal tersebut, akun @h00man berpendapat: karena mereka tidak menonton debat ini secara langsung, gimana cara masyarakat Indonesia bisa aware sm hal ini? padahal acara ini untuk menunjukan ke publik kredibilitas seorang calon pemimpin dari ketiga paslon, 2 paslon saat itu berbicara dgn data sedangkan satunya wallahu.

Fenomena ini mencerminkan tingginya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap jalannya kontestasi politik yang dianggap penuh dengan formalitas.

Kritik tajam pun dilayangkan kepada para pemilih yang dianggap kurang memiliki literasi atau terpengaruh oleh politik uang saat proses pengambilan keputusan.

Diskusi ini seolah menegaskan bahwa harapan publik terhadap kesejahteraan bangsa masih menjadi catatan besar yang terus ditagih kepada pemegang kekuasaan (*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung