Berita, Nasional

[HEBOH] Dokter di NTT Tumbang Layani 17 Ribu Warga Sendirian, Herwin Sudikta: di Jakarta Presiden Sibuk Jadi Saksi Pernikahan, Makan, Senyum, Foto Bareng Pejabat

Repelita.id

24 August 2026 19:36 WIB

[HEBOH] Dokter di NTT Tumbang Layani 17 Ribu Warga Sendirian, Herwin Sudikta: di Jakarta Presiden Sibuk Jadi Saksi Pernikahan, Makan, Senyum, Foto Bareng Pejabat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kondisi kesehatan Dokter Melinda yang bertugas di Puskesmas Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, menjadi perhatian setelah jatuh sakit saat melayani warga terdampak gempa.

Ia terlihat mendapat perawatan medis dengan kondisi tubuh yang lemah dan terpasang selang infus.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut memicu reaksi dari pegiat media sosial Herwin Sudikta yang menyoroti minimnya tenaga medis di wilayah tersebut.

Melalui postingan akun X pribadinya @herwinsudikta pada 24 Agustus 2026, ia mengkritik ketimpangan fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana.

"Setdah, 17 ribu jiwa di wilayah kerja Puskesmas Dampek cuma punya satu dokter," ujar Herwin, Senin (24/8/2026).

Herwin membeberkan bahwa kerusakan bangunan serta terbatasnya pasokan obat-obatan semakin memperberat tugas pelayanan kesehatan di lapangan.

"Bangunan puskesmas udah roboh. Obat dan alat medis minim banget," katanya.

Tantangan makin berat karena akses jalan menuju lokasi terputus serta jaringan listrik padam di tengah minimnya dokter yang bertugas.

"Jalan putus. Listrik mati. Dia kerja sendirian, hampir collapse, sampe akhirnya minta tolong biar viral biar ada dokter lain yang datang bantu," lanjut Herwin.

Herwin kemudian menyindir kegiatan agenda pejabat di ibu kota yang dinilai bertolak belakang dengan kondisi darurat warga di daerah.

"Sementara di Jakarta, Presiden lagi sibuk jadi saksi pernikahan sesprinya. Makan, senyum, foto bareng pejabat," Herwin menuturkan.

Ia menambahkan kritik bernada satire terhadap perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan bencana daerah.

"Rakyat NTT lagi nahan sakit, sementara pejabat lagi nahan perut yang kekenyangan supaya tetep fotogenik," tandasnya.

Dokter Melinda sendiri berharap ada penambahan dokter, perawat, serta apoteker untuk membantu pelayanan belasan ribu warga Lamba Leda Utara.

"Saya tetap membutuhkan tenaga dokter, perawat, apoteker untuk masyarakat Lamba Leda Utara. Karena di sini saya sendiri melayani warga Lamba Leda Utara, kurang lebih ada 17.000 orang," kata Melinda.

Ia mengingatkan bahwa tenaga medis bantuan dari luar daerah memiliki masa tugas terbatas dan akan segera kembali.

Selain pembenahan fasilitas puskesmas yang hancur, ia meminta pemerintah menjamin ketersediaan logistik dan makanan bagi tenaga kesehatan.

"Harapan saya pemerintah memperhatikan makanan untuk tenaga kesehatan supaya kami tidak mengalami drop. Kemudian, logistik dan obat-obatan di Dampek, Kecamatan Lambereda Utara, perlu ditambah," tegasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung