Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Dolar Mengganas dan APBN Menipis, Pengamat Bongkar Risiko Ekonomi, Netizen Murka soal Pernyataan Prabowo

Repelita.id

17 May 2026 14:05 WIB

[HEBOH] Dolar Mengganas dan APBN Menipis, Pengamat Bongkar Risiko Ekonomi, Netizen Murka soal Pernyataan Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gelombang penguatan mata uang asing terhadap rupiah memicu kekhawatiran besar atas ketahanan keuangan negara yang kian menyusut akibat lonjakan nilai dolar Amerika Serikat menempatkan instrumen APBN dalam posisi yang sangat rentan karena cadangan domestik terus terkuras untuk membiayai kebutuhan impor yang tinggi.

Klaim sepihak mengenai lonjakan pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 5,61 persen dianggap sebagai narasi keliru yang mengaburkan bahaya riil di sektor finansial lantaran laju ekspansi yang dibanggakan sama sekali tidak mencerminkan daya tahan moneter yang sesungguhnya di hadapan publik.

ADVERTISEMENT

Suntikan dana segar dalam bentuk bantuan sosial yang masif digulirkan pemerintah dikritik karena hanya menstimulus aktivitas konsumsi masyarakat tanpa menciptakan lapangan kerja baru produktif yang mampu bertahan lama akibat tidak adanya basis perputaran modal sehat untuk mendongkrak penerimaan pajak negara.

"Pelemahan rupiah itu menjadi sangat rentan sejak ee nilai tukar rupiah dilepas ke pasar h nah itu terjadi di 9798 ya injeksi dari pemerintah nih heeh kalau enggak diinjeksi lagi gitu gimana konsumsinya ini kayak orang tua ngasih duit ke anak gitu loh iya kalau orang tuanya sudah enggak ngasih duit gimana gimana itu Pak MenQ enggak bisa kirim pesan yang ee serampangan ke masyarakat saya tentu menghargai ee cara komunikasi Pak Menteri yang cukup lugas dan bisa dipahami oleh publik tetapi menyederhanakan persoalan juga enggak boleh pertumbuhan ekonomi kita 5,61% lalu dipublish ya nomor dua di dunia nomor itu juga overclaiming yang menyesatkan yang ditipu tuh bukan siapa-siapa pemerintah sedang menipu diri sendiri rakyat diri sendiri juga ya rakyatnya juga dong ketipu ya bukan rakyat ya ya kalau itu jelas ya tapi kan tanpa sadar pemerintah sedang menipu dirinya sendiri tumbuh kok ekonominya tapi siapa yang menciptakan pertumbuhan itu bagaimana pertumbuhan itu diciptakan bisa dan siapa yang tumbuh dan siapa yang tumbuh nah kalau dilihat dari kekayaan ternyata kan yang tumbuh yang cuman 10 orang terkaya itu ini kita sudah jebakan utang nih Deprap kita berhutang untuk memenuhi kewajiban utang yang jatuh tempo cicilan pokok dan bunganya nah itu yang menggerus perekonomian kita terus-menerus gitu ngeri ya ya ngerilah karena Pak Purbaya billing APBN-nya aja survival mode oh iya berarti kita harus survival juga kita harus survival juga," tutur Kusviardi.

Kondisi ini semakin diperparah dengan ketergantungan pemerintah pada penarikan utang baru hanya demi melunasi kewajiban cicilan pokok serta bunga pinjaman jatuh tempo yang memaksa anggaran APBN masuk ke dalam fase bertahan hidup dan berisiko gagal memenuhi hak dasar seluruh warga negara.

Perdebatan mengenai dampak lonjakan mata uang asing ini juga memicu reaksi keras di jagat media sosial dari sebuah unggahan akun @satriohendri di platform X yang mempertanyakan kebenaran argumen mengenai masyarakat pedesaan yang dianggap tidak terpengaruh oleh pergerakan nilai dolar.

Fenomena tersebut langsung memancing beragam respons pedas dari para pengguna internet yang ikut menyuarakan kegelisahan mereka terhadap situasi perekonomian domestik saat ini melalui berbagai tanggapan tertulis yang tersebar luas di kolom komentar media sosial tersebut.

Salah satu kritik tajam datang dari pengguna akun @arsaniarsa48950 yang menuliskan tanggapan secara terbuka berupa kalimat Prabowo tolol.yg namanya dolar naik semua jdi ikut naik ,karna nilai rupiah jdi jatuh. Bukan masalah desa atau kota bego luh wo sebagai bentuk protes.

Kritikan lain mengenai konsistensi sikap juga disampaikan oleh pemilik akun @RudinZahrudin yang mengungkit kembali pandangan masa lalu dengan menuliskan cuitan Waktu bapak Prabowo masih jadi pengamat pernah billing pelemahan rupiah itu karena negara salah urus.

Selanjutnya ketidakpuasan publik diperkuat oleh penilaian dari akun @Alim_Wahyudi33 yang menuangkan argumen pribadinya dengan menyatakan Saya pikir Prabowo tahu betul kalau pernyataannya itu salah, namun karena demi kepentingan tertentu dia mengeluarkan pernyataan seperti itu. Emang benar, jika ada yang bilang kalau orang kenyang lebih mudah diarahkan daripada orang kritis.

Sentimen negatif terhadap kebijakan ekonomi ini ditutup oleh komentar dari pengguna akun @hyearcies yang mengekspresikan kekecewaan mendalam atas cara pandang pejabat negara melalui tulisan dia kira org desa ga makan, ga punya usaha, dan cuma topping negara kan anj.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung