Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] GA-1 ke Roma Mendadak Batal, Beda Keterangan Gerindra dan Istana Tuai Tanda Tanya Publik

Repelita.id

01 June 2026 15:33 WIB

[HEBOH] GA-1 ke Roma Mendadak Batal, Beda Keterangan Gerindra dan Istana Tuai Tanda Tanya Publik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Publik tengah menyoroti kejanggalan jadwal penerbangan pesawat kepresidenan GA-1 yang terekam dalam data FlightRadar24 sebagaimana terlihat dalam image_0ca1a8.jpg.

Dalam tangkapan layar tersebut, pesawat kepresidenan dijadwalkan terbang dari Bandara Orly, Paris, menuju Bandara Fiumicino, Roma, pada Kamis 28 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Namun, jadwal penerbangan tersebut tercatat dengan status dibatalkan. Tidak hanya itu, agenda perjalanan selanjutnya untuk rute Fiumicino menuju Halim pada 29 Mei 2026 juga mengalami nasib serupa.

Menanggapi sorotan publik terkait efisiensi perjalanan dinas, Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, memberikan klarifikasi pada Jumat 29 Mei 2026.

Sugiat mengungkapkan bahwa kunjungan kerja tersebut tidak hanya terbatas di Prancis, tetapi juga mencakup negara lain termasuk Hungaria dan Austria guna membawa agenda besar bagi negara.

Pernyataan tersebut seolah ingin menepis kritik mengenai pemborosan dengan dalih implementasi efisiensi melalui kunjungan ke beberapa negara dalam satu kali perjalanan.

Akan tetapi, narasi tersebut berbalik arah ketika M. Qodari memberikan keterangan resmi pada Minggu 31 Mei 2026.

Qodari menegaskan bahwa sejak awal, agenda resmi pemerintah hanya difokuskan pada kunjungan ke Prancis dan tidak melibatkan negara lain.

Perbedaan informasi antara pihak partai dan pihak istana ini memicu reaksi keras dari warganet.

Kekhawatiran publik tertuju pada potensi kerugian anggaran negara terkait biaya operasional, akomodasi, dan konsumsi yang diperkirakan telah dipersiapkan untuk rombongan dalam skala besar di tiga negara tersebut.

Publik mempertanyakan status pemesanan fasilitas yang sudah terlanjur dipesan namun agenda perjalanannya mendadak dibatalkan.

Ketidakselarasan informasi ini memicu kritik tajam mengenai tata kelola perjalanan pejabat negara yang dinilai kurang transparan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung