Berita, Nasional

[HEBOH] Jokowi Bicara Kekuasaan Hanya Sementara, Deddy PDIP Malah Balik Menyindir: Ada yang Bisa Ngasih Kaca?

Repelita.id

30 August 2026 21:23 WIB

[HEBOH] Jokowi Bicara Kekuasaan Hanya Sementara, Deddy PDIP Malah Balik Menyindir: Ada yang Bisa Ngasih Kaca?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menekankan bahwa masa kepemimpinan tidak ada yang bersifat abadi memicu balasan tajam dari internal PDI Perjuangan.

Sikap kritis dilayangkan oleh Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus merespons petuah Jawa mengenai etika berkuasa yang disampaikan mantan kepala negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Wejangan tersebut diutarakan Jokowi ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Haul ke-8 KH Musyafa Ali di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu 29 Agustus 2026.

Di hadapan para jamaah, Jokowi mengingatkan agar siapapun yang memegang tampuk kewenangan tidak menggunakan kekuatannya untuk menjatuhkan posisi orang lain.

"Jangan kita punya kekuasaan yang besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik," ujar Jokowi.

Ia menegaskan bahwa seluruh kedudukan serta jajaran jabatan politik di dalam pemerintahan hanyalah mandat singkat yang pasti akan berakhir.

"Karena kekuasaan itu hanya sementara. Jabatan itu hanya sampingan. Itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan," katanya.

Pernyataan Jokowi mengenai keterbatasan kekuasaan itu lantas dipertanyakan oleh Deddy Sitorus karena dinilai tidak selaras dengan rekam jejak politik yang ditunjukkan selama ini.

Deddy menilai mantan wali kota Solo tersebut seharusnya mawas diri ketimbang membagikan nasihat moral di ruang publik.

"Ada yang bisa ngasih kaca ke bapak ini nggak ya? Sepertinya di rumah dia tidak ada kaca. Atau dia sedang menasehati dirinya sendiri kah?” ujar Deddy dalam pernyataannya.

Politis partai berlogo banteng itu turut memprotes kebiasaan Jokowi yang dinilai masih aktif beraktivitas di jejaring digital hingga memantik polemik politik baru.

Ia menegaskan sosok purnatugas semestinya menahan diri dari ingar-bingar politik praktis dan tidak terus-menerus bermanuver di jagat maya.

"Udah benar kalau jadi mantan itu baiknya kembali masuk gorong-gorong. Ehh, malah main medsos dan menyebar hoaks!!! Orang kalau candu kekuasaan itu memang susah dinasehati!!” kata Deddy.

Polemik ini kian mempertegas ketegangan komunikasi politik yang terjadi antara jajaran elite PDIP dan Jokowi pasca-pergeseran peta kekuasaan nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung