Repelita Jakarta - Gelombang kritik tajam kini tengah menerpa Komisi Pemilihan Umum terkait dinamika hukum dan politik yang terjadi di tanah air. Lembaga penyelenggara pemilu tersebut dinilai bersikap kurang etis dan arogan oleh sejumlah kalangan dalam menanggapi gugatan yang dilayangkan publik.
Persoalan ini dibahas secara terbuka melalui tayangan video di kanal YouTube Sahabat TZ. Dalam siaran tersebut, narator mengulas bagaimana respon KPU yang justru memicu polemik baru di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
Sorotan utama tertuju pada pernyataan KPU yang memplesetkan istilah Terstruktur, Sistematis, dan Terencana atau TST yang dibawa oleh pemohon. Komisi Pemilihan Umum membalikkan singkatan tersebut menjadi istilah terstruktur, sistematis, dan tercela untuk menyudutkan pihak penggugat.
"Dengan demikian opini terstruktur sistematis dan terencana yang dibangun oleh para pemohon adalah tidak benar dan dapat dikategorikan sebagai opini yang terstruktur atau TST terstruktur sistematis dan tercela itu," ujar pihak KPU dalam persidangan seperti yang dikutip dari video tersebut.
Pernyataan dari lembaga negara tersebut sontak dinilai sangat tidak pantas dan merendahkan martabat rakyat yang mencari keadilan. Seorang pengamat bernama Erizal memberikan kritik pedas setelah mendengarkan jawaban dari pihak termohon di persidangan.
Menurut Erizal, seluruh komisioner yang menjabat saat ini sudah tidak layak lagi untuk dipilih kembali pada periode berikutnya. Tindakan membalas argumentasi hukum dengan diksi ejekan dianggap sebagai cerminan arogansi pejabat yang sangat berlebihan.
Dinamika ini juga memicu munculnya berbagai sindiran satir dari masyarakat luas, salah satunya datang dari seorang warga bernama Uus asal Ciamis. Uus melontarkan sebuah usulan jenaka agar syarat pencalonan presiden dan wakil presiden diturunkan secara drastis.
"Ya sudahlah minta lagi ke Almas buat gugat MK biar cepat selesai ya gugat aja minimal pendidikan capres capres itu SD saja jadi biar clear semuanya," kata Uus dalam pesan satirnya yang viral diperbincangkan.
Pernyataan satir itu merujuk pada sosok Almas Tsaqibbirru yang sebelumnya pernah memenangkan gugatan batas usia di Mahkamah Konstitusi. Gugatan dari mahasiswa Universitas Surakarta itulah yang menjadi pintu masuk bagi lolosnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
Di sisi lain, perdebatan mengenai keabsahan berkas pencalonan sang wakil presiden juga kembali mencuat ke permukaan. Pihak penggugat lainnya bernama Subhan Palal mengaku telah mengantongi sejumlah bukti baru mengenai rekam jejak pendidikan sang pejabat.
Berdasarkan keterangan yang didapat Subhan dari mantan kepala sekolah, sang tokoh diketahui pindah ke Singapura saat SMP. Kondisi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa masa pendidikan menengah pertamanya belum selesai sepenuhnya.
Kritik publik juga semakin tajam dengan beredarnya berbagai komentar langsung dari netizen di media sosial terkait kinerja pemerintahan. Beragam tanggapan bernada miring dituliskan secara bebas oleh warganet tanpa ada yang ditutupi.
"emang betul Gibran diberitakan hanya lulus SD kalau SD sudah beneran lulus SMP belum selesai dia pindah ke Singapura," tulis akun netizen Mas Sidik Probolinggo dalam kolom komentar.
"ada kabar Gibran tak tamat SMP lalu iya itu yang barusan pasti saya omongin MBG masalah besar Gibran," sebut akun netizen lainnya yang bernama Nasudin Cirebon.
"jika Cawapres minimal ijazah SD bukankah bakal ngaruh nantinya perhatian publik tada pening itu satir aja," ungkap akun netizen bernama Mas Abizan ikut berkomentar.
"periksa kekayaan rekening si Almas oh bagus juga ini idenya ya coba dong dicek dicek tuh jangan-jangan sudah mm," ketik akun netizen bernama alifan Saiful menanggapi.
Meskipun gelombang gugatan baru terus berjalan, perwakilan advokat bernama Aswan menyatakan bahwa proses politik sebenarnya telah selesai secara hukum. Menurutnya, seluruh tahapan sudah inkrah sejak pelantikan resmi dilakukan oleh MPR dan DPR.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Silakan beri tahu saya jika masih ada bagian teks tertentu yang ingin dihapus atau disesuaikan kembali agar benar-benar sesuai dengan keinginan Anda.