Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Nasabah Dan Pegawai Bank Mandiri Sepakat Damai Usai Polemik Ucapan Kampungan Viral Di Media Sosial

Repelita.id

30 August 2026 19:28 WIB

[HEBOH] Nasabah Dan Pegawai Bank Mandiri Sepakat Damai Usai Polemik Ucapan Kampungan Viral Di Media Sosial
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kasus perselisihan antara nasabah Bank Mandiri dan oknum pegawai perbankan yang viral di jejaring sosial terkait kata-kata kurang pantas akhirnya diselesaikan secara damai.

Peristiwa ini bermula saat pengguna akun Threads @syauqinamaghfirah

ADVERTISEMENT

mengeluhkan kartu ATM miliknya yang mendadak tidak dapat diakses untuk penarikan tunai.

Keluhan nasabah di media sosial tersebut berujung memanas saat muncul tanggapan tidak menyenangkan dari oknum karyawan bank yang menyinggung perasaan pelanggan.

Merespons perlakuan tersebut, pengguna Threads @syauqinamaghfirah

menuliskan keluhannya di platform digital pada 28 Agustus 2026.

“Aduh dikatain kampungan sama pegawai bank mandiri... kirain bakalan dibantuin kok malah dikatain kampungan... pegawai macam apa nih @bankmandiri,” ujar @syauqinamaghfirah

.

Unggahan keluhan tersebut makin menyita perhatian warganet setelah akun @rasantiputrim

ikut menyematkan ucapan pedas di kolom komentar.

“Ga miskin tapi kampungan,” ujarnya.

Perselisihan sempat berlanjut lewat komunikasi pesan pribadi antara nasabah dan oknum pegawai yang merasa panik atas dampak viralnya unggahan tersebut.

Pengguna akun @Syauqina

menumpahkan kekecewaan mendalam atas perlakuan tidak profesional yang diterimanya dari petugas layanan perbankan.

“Aku udah tandain kamu ya kak, aku gak terima banget kamu sebagai pegawai bank mandiri ngatain aku kampungan... jahat kamu kak. Demi Allah aku gak terima, mana komennya kamu hapus. Hati2 kak kalo ngetik, apalagi ngatain customer,” tulis @Syauqina

.

Rasa kecewa nasabah terus diluapkan karena perkataan kurang sopan tersebut dinilai sangat melukai perasaannya sebagai pelanggan resmi.

“Gausah takut kak sama aku, takut sama azabnya Allah aja. Demi Allah aku sakit hati banget sama kamu,” ujarnya.

Mendapat teguran keras, oknum pegawai perbankan lantas menyampaikan permohonan maaf terbuka dan mengaku khilaf atas tindakan spontannya di media sosial.

“Mba Syauqina, saya benar2 minta maaf ke mba atas postingan saya tersebut tadi malam mba ke mba tersebut.. saya benar2 khilaf dan spontan,” ujar pegawai bank tersebut.

Karyawan tersebut juga memohon agar kesalahan tersebut dianggap sebagai kekhilafan pribadi dan bukan cerminan dari instansi tempatnya bekerja.

“Saya sadar saya salah dan menyakiti mba.. saya khilaf mba, saya tidak mewakili perusahaan sama sekali,” katanya.

Respons permohonan maaf itu mulanya sempat diterima dengan baik oleh nasabah penerima perlakuan tidak menyenangkan tersebut.

“Iya mba saya maafin...” balas @Syauqina

.

Namun, situasi kembali menegang saat oknum pegawai memohon agar jejak digital unggahan nasabah segera dihapus dari ruang publik.

“Mba.. tolong mba Syauqina tolong mba..,” ujar pegawai itu.

Nasabah memberikan balasan terkait tenggat waktu yang sebenarnya sudah diberikan sebelum persoalan ini mencuat luas di kalangan pengguna internet.

“Aku udah ngasih km tenggang waktu yg cukup lama dari semalem,” balasnya.

Ia mengaku sama sekali tidak menduga bahwa luapan kekecewaannya di platform sosial bakal memicu gelombang tanggapan yang amat besar dari warganet.

“Aku jg ga nyangka bakalan ruwame,” tulis @Syauqina

.

Penjelasan mengenai alasan di balik pengunggahan konten kekecewaan tersebut disampaikan lebih lanjut oleh nasabah di dalam obrolan pribadi.

“Kukira di dm bakalan direspon,” ujarnya.

Kekecewaan nasabah kian memuncak lantaran respons cepat baru ditunjukkan setelah isu tersebut mendadak viral di jagat maya.

“EH TUNGGU RAME DULU,” tulis @Syauqina

.

Pihak pegawai terus berupaya membujuk nasabah agar bersedia memaafkan kesalahan dan menghapus konten penyelewengan etika pelayanan tersebut.

“Apapun mba aku tebus kesalahanku,” ujarnya.

Tawaran penebusan kesalahan dari oknum karyawan perbankan itu kemudian ditanggapi dingin oleh nasabah melalui balasan singkat.

“heheheheh,” balas @Syauqina

.

Setelah perbincangan hangat di media sosial meluas, pihak manajemen Bank Mandiri bergerak cepat menghubungi nasabah secara langsung untuk menyelesaikan masalah kendala kartu ATM.

Pemilik akun Threads @syauqinamaghfirah

mengonfirmasi perkembangan positif tersebut melalui unggahan klarifikasi pada 28 Agustus 2026.

“Selamat malam teman teman, pertama, izin menyampaikan bahwa baru saja saya ditelfon langsung oleh @bankmandiri terkait masalah ATM yang tidak bisa di akses (hal ini saya sampaikan di utas saya 2 hari yg lalu) dan bank mandiri menyampaikan bahwa kartu saya masih aktif dan baik2 saja,” tulisnya.

Penanganan responsif dan kepastian akses perbankan yang diberikan oleh pihak bank membuat nasabah merasa puas sehingga memilih menghapus unggahan awal.

“Dengan telfon @bankmandiri saya merasa sudah puas dengan pelayanan yg diberikan, sehingga saya memutuskan untuk take down postingan saya,” ujarnya.

Nasabah bersangkutan juga secara terbuka mengakui bahwa emosi spontan akibat kegagalan transaksi ATM menjadi pemicu utama diunggahnya keluhan tersebut.

“Saya akui saya membuat postingan tersebut karena kesal dengan berita tentang bank mandiri & kesal dengan mesin ATM yg tidak bisa diakses (sebelum ini saya jg sudah mendatangi bbrp ATM mandiri),” sambungnya.

Keputusan menghapus narasi keluhan diambil demi menghentikan kegaduhan serta pertengkaran antarwarganet yang dinilai sudah melenceng jauh dari konteks masalah.

“Hal ini saya lakukan dikarenakan banyaknya hal yang terjadi karena postingan ini. Dimulai dengan adanya fitnah2 dan pertengkaran sesama warga yang menurut saya sudah out of topic,” tulisnya.

Guna meredakan kegaduhan yang terlanjur meluas di ruang publik, nasabah tersebut menyampaikan permohonan maaf terbuka atas pro-kontra yang timbul.

“Saya mengakui postingan tersebut menyebabkan pro dan kontra, dan saya ucapkan permintaan maaf saya atas kejadian ini,” tulisnya.

Langkah perdamaian dilanjutkan dengan penghapusan konten yang memuat identitas serta foto dua pegawai perbankan yang sempat terseret dalam polemik.

“Kedua, terkait postingan saya tentang 2 pegawai @bankmandiri yg berkaitan dengan utas saya tsb, juga saya take down karena menurut saya permasalahan dengan bank mandiri sudah selesai,” tulisnya.

Inisiatif menghapus foto pegawai dilakukan nasabah karena menyadari tingginya tekanan publik setelah konten tersebut diunggah ulang oleh banyak akun.

“Selain itu, saya juga menyadari bahwa hal tersebut membuat mereka terganggu, terlebih banyak sekali akun yg repost postingan itu,” lanjutnya.

Proses rekonsiliasi antara nasabah dan kedua pegawai bank akhirnya dicapai melalui jalur komunikasi personal secara kekeluargaan.

“saya dan keduanya sudah berdamai melalui DM instagram,” tulisnya.

Besar harapan nasabah agar masyarakat internet dapat menyikapi peristiwa ini secara bijak serta memaafkan kekhilafan para pegawai yang terlibat.

“Saya harap perlakuan mereka juga dapat dimaafkan oleh warga yg kesal dengan perbuatannya,” ujarnya.

Di samping itu, nasabah turut meluruskan alasan di balik penutupan sementara privasi akun media sosial miliknya sewaktu perselisihan memuncak.

“Ketiga, hari ini saya sempat memprivate akun saya, dikarenakan instagram saya di lock dan saya berfikir untuk private akun threads dulu agar tidak terjadi hal yg sama,” tulisnya.

Penutupan akun ditegaskan murni untuk mengamankan data pribadi dan bukan bentuk tindakan menghindari tanggung jawab publik atas kekacauan yang terjadi.

“Tidak bermaksud untuk lari dari apa yg sudah saya perbua,” tulisnya.

Langkah privasi akun terpaksa diambil lantaran banyaknya warganet yang salah mengira dirinya sebagai oknum pegawai bank yang bersangkutan.

“Selain itu, komentar di akun instagram saya juga banyak yg keliru, dikira saya pegawai bank mandirinya, sehingga saya putuskan utk private akun dulu,” ujarnya.

Tingginya antusiasme warganet yang mengajukan permintaan pertemanan membuat sistem akun media sosial milik nasabah mengalami batas maksimal.

“Untuk follow request, semua saya acc sampai terjadi limit di akun saya, sehingga saya tidak bisa acc semua yaa,” tulisnya.

Di akhir penjelasannya, nasabah menyampaikan apresiasi atas dukungan warganet serta ketanggapan manajemen bank dalam menyelesaikan masalah keluhan nasabah.

“Terakhir, saya ucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian warga threads, warga instagram, dan warga tiktok. Juga respon baik dari @bankmandiri,” tulisnya.

Penutupan klarifikasi diakhiri dengan harapan agar peristiwa kesalahpahaman ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam beretika di ruang digital.

“Mohon maaf sebesar besarnya atas apa yg telah terjadi. Semoga hal ini menjadi pembelajaran baik untuk saya dan juga semua,” tulisnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung