Repelita Jakarta - Tokoh agama Habib Rizieq Shihab secara terbuka membongkar adanya indikasi intimidasi serta surat keberatan dari aparat kepolisian terkait aktivitas penyiaran dakwahnya di hadapan publik.
ADVERTISEMENT
Langkah pencegahan kegiatan keagamaan tersebut dinilai memicu kehebohan besar lantaran dituding memiliki motif terselubung yang menyerupai taktik organisasi terlarang masa lalu.
Rangkaian orasi kritis mengenai munculnya ancaman pembatasan syiar di tengah iklim demokrasi nasional tersebut disiarkan melalui saluran YouTube Shorts suararakyat.
"polisi datang ke panitia ini ada surat keberatan Habib Rizik ceramah acara digelar dulu yang suka ngelarang kiai ceramah PKI pki pki eh sekarang ada PKI gaya baru ngakunya pasukan Wali Songo" kata Habib Rizieq Shihab selaku pembicara tunggal.
Dirinya menjabarkan bahwa kelompok bentukan baru tersebut sengaja memakai identitas relius dengan misi mendiskreditkan barisan kiai serta memecah belah keutuhan umat Islam.
Aksi penolakan ceramah itu dihadapi secara berani oleh jajaran panitia penyelenggara setempat yang memilih mengabaikan surat larangan demi tegaknya hak berekspresi.
"kita sama maklum hari ini kita kumpul untuk istighah kubra untuk kedaulatan saudara istighatah istighatah ini saudara adalah thabul wajdah wasr minallahi subhanahu wa taala fiqti syiddah jadi yang namanya istighatah itu bukan sembarang doa" urai Habib Rizieq Shihab menjelaskan substansi perkumpulan di Banten.
Ia menerangkan bahwa pelaksanaan doa bersama berskala besar tersebut menjadi instrumen spiritual mutlak bagi warga yang tengah mengalami himpitan penindasan serta ancaman teror.
Langkah ini diambil guna menyelamatkan kedaulatan wilayah pesisir daratan dari upaya jarahan korporasi serta kolaborasi oknum pejabat korup yang mengorbankan hajat hidup masyarakat.
"ada silahul mukmin doa itu senjatanya orang yang beriman dan enggak main-main masyarakat yang terzalimi selama ini Saudara doanya mustajab" pungkas Habib Rizieq Shihab mengingatkan kekuatan moral kaum tertindas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok