Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Selalu Banggakan Diri Sendiri! Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik, Klaim Kerja Keras dan Laporan Fiktif Dipertanyakan

Repelita.id

21 October 2026 20:03 WIB

[HEBOH] Selalu Banggakan Diri Sendiri! Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik, Klaim Kerja Keras dan Laporan Fiktif Dipertanyakan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah unggahan di media sosial Threads melayangkan kritik tajam terhadap isi pidato kenegaraan yang disampaikan oleh pucuk pimpinan pemerintahan nasional saat ini.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @dalimunthelaura pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 yang menyoroti klaim capaian kinerja tahunan birokrasi.

Melalui narasi yang disebarluaskan, pemilik akun mempertanyakan keabsahan data laporan yang diterima oleh presiden serta realita perekonomian di tingkat masyarakat bawah.

Akun @dalimunthelaura menuliskan, "SELALU BANGGAIN DIRI SENDIRI!! 2 TAHUN BEKERJA KERAS MENERIMA LAPORAN FIKTIF MAKSUDNYA? 2 tahun dengan hasil nyata gimana wo? Ga nyambung dengan apa yg dirasain di lapangan".

Kritik tersebut juga menyinggung narasi ancaman eksternal dalam pidato yang dianggap sengaja diciptakan untuk mengalihkan persoalan dari dampak kebijakan domestik.

Ia menganggap retorika konspirasi masa lalu sudah tidak lagi relevan bagi cara berpikir masyarakat modern yang kian kritis di era digital saat ini.

Lebih lanjut, akun @dalimunthelaura menyatakan, "Diserang siapa sih wo gua tanya? Ciptain musuh imajiner sendiri lu ya. Itu bukan di serang bangsa lain,tapi di serang kebijakan sendiri‼️ tolong banget nih wo kalo pidato itu yg bener dikitlah,ini tahun 2026 bukan 1990an rakyat udah ga bisa dikenyanin dengan retorika konspirasi‼️. TOLONGLAH RAMPAS MIC ITU DARI DIA".

Pada bagian lanjutan takarir, sang pengunggah menyesalkan ketiadaan pernyataan duka cita dari kepala negara bagi para korban rentetan musibah alam di tanah air.

Ia bahkan mengungkit lembaran hitam sejarah masa lalu sang tokoh militer terkait penanganan para aktivis politik sebagai bentuk sindiran atas kepedulian sosial.

Ia memaparkan, "LAGIAN NIH YA,LU KAN LAGI PIDATO ,SEHARUSNYA MOMEN INI BISA ELU PAKAI UNTUK SEJENAK BERUCAP BELA SUNGKAWA DGN KORBAN2 BENCANA PRABOWO SUBIANTO! OTAK LU DIMANA GUA TANYA? OH YA LUPA GUA,AKTIVIS AJA LU CULIK, JADI MANA PEDULI DGN MUSIBAH YG TERJADI".

Unggahan berskala masif ini seketika memantik respons panas serta memicu benturan opini sesama pengguna internet di kolom interaksi digital.

Netizen dengan akun @indo_nesiaku3333 menyatakan kekhawatirannya atas stabilitas nasional pasca mendengar respons emosional pemerintah terhadap lembaga eksternal.

Dalam komentarnya, akun @indo_nesiaku3333 menulis, "sumpah yaa.. yang dukung prabowo plis hilangkan nama anis dibenak kalian. dengerin pidato prabowo soal msci aja udah bikin khawatir, ini presiden NPD nya akut, jangan sampe kacau atas keputusan emosional beliau".

Sanggapan tersebut langsung dibalas oleh sang pengunggah pertama yang merasa geram dengan pelabelan kubu politik tertentu ketika melayangkan kritik objektif.

Akun @dalimunthelaura membalas, "Yg paling kesel ketika kritik pemerintah d bilang anak abah. Emng tolol para penyembahnya".

Pengguna internet lainnya turut masuk ke ruang obrolan dengan menilai pola kepemimpinan nasional masih terikat erat pada karakteristik rezim masa lampau.

Akun @rmdeslimbas berpendapat, "Dia masih terjebak di masa lalu ya pikirannya...bener2 tobat gusti ini orang bikin keadaan runyam terus".

Pendapat mengenai kesamaan atmosfer birokrasi saat ini dengan era totalitarianisme terdahulu kembali dipertegas oleh sang pemilik akun utama.

Akun @dalimunthelaura menyatakan, "Gua juga berpikir sprti itu. Kaya terjebak di jaman orba🙄".

Sebagai penutup perdebatan, sebuah pertanyaan mengenai rasa kebanggaan publik terhadap arah pembangunan negara dilontarkan oleh netizen lain secara sarkas.

Warganet dengan akun @ian.pradipta melayangkan pertanyaan, "Kalau saya tidak bangga, gmna pak? 😅".

Pertanyaan tersebut kemudian ditanggapi secara lugas oleh sang pengunggah pertama dengan memberikan penilaian minor terhadap pihak-pihak yang masih bersikap defensif.

Akun @dalimunthelaura menutup interaksi komentar dengan menulis, "Kalo yg msh merasa bangga ya emng bodoh aja sih" (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung