Berita, Nasional

[HEBOH] Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres Akibat Kebijakan Pemerintah Presiden Prabowo

Repelita.id

12 October 2026 22:08 WIB

[HEBOH] Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres Akibat Kebijakan Pemerintah Presiden Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Center of Economic and Law Studies merilis temuan mengejutkan mengenai kondisi psikologis masyarakat terkait jalannya roda pemerintahan saat ini.

Lembaga riset tersebut mengungkap sebanyak 75 persen responden dari masyarakat umum mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Data tersebut dipaparkan secara langsung oleh Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira dalam laporan Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran pada Senin 12 Oktober 2026.

"Kami coba menanyakan terkait dengan perasaan stres terhadap kebijakan pemerintah. Dari 1.122 responden, jawabannya, 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto," kata Bhima.

Bhima menjelaskan tekanan yang dirasakan oleh warga berkaitan erat dengan sejumlah persoalan mendasar yang belum kunjung menemui titik terang.

Beban psikologis tersebut dipicu oleh lonjakan harga kebutuhan pokok, tingginya tingkat kesulitan memperoleh pekerjaan, hingga masalah penegakan hukum.

Urusan stabilitas harga kebutuhan dapur saat ini dinilai menjadi salah satu persoalan yang paling mendesak untuk segera diselesaikan.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang sama tercatat sebanyak 78 persen responden menegaskan bahwa masalah pangan harus menjadi prioritas utama.

Indikator kepuasan publik ini juga merekam tingkat kecemasan masyarakat terhadap pembawaan serta gestur dari sang kepala negara di ruang publik.

Sebanyak 67 persen dari total responden masyarakat umum di dalam survei tersebut secara spesifik mengaku tertekan oleh perilaku Prabowo.

Selain itu riset independen ini memberikan penilaian numerik terhadap kinerja sang presiden dengan perolehan skor rata-rata sebesar 4,6 dari skala 10.

Sementara itu penilaian yang datang dari kelompok akademisi dan pengamat memberikan angka rapor merah yang jauh lebih rendah yakni 2,8 dari skala 10.

Di dalam klaster masyarakat umum sebanyak 48 persen responden menyematkan akumulasi nilai yang berada pada rentang skor angka 1 hingga 4.

Selanjutnya ada sekitar 23 persen responden memberikan nilai 5 sampai 6, sedangkan 28 persen sisanya memilih angka di kisaran 7 hingga 10.

Skor angka 1 menjadi pilihan yang paling mendominasi di dalam survei ini dengan persentase perolehan mencapai angka 23 persen.

Pengumpulan pendapat oleh CELIOS ini secara total melibatkan sebanyak 1.142 responden umum serta 129 responden yang berasal dari kalangan ahli.

Hasil dari riset ini memberikan gambaran objektif dari kelompok yang diteliti dan tidak serta-merta mewakili seluruh populasi rakyat Indonesia.

Di sisi lain catatan akhir dari berkas laporan menunjukkan adanya tingkat kecemasan yang masif di kalangan para pengamat tata negara.

Sebanyak 92 persen responden ahli menyatakan sangat khawatir terhadap arah kebijakan jangka panjang yang diambil oleh jajaran menteri kabinet.

Bahkan sekitar 80 persen di antara kelompok pakar tersebut mengaku berada pada tingkatan yang sangat mencemaskan masa depan bangsa.

Dilihat dari parameter ketahanan finansial rumah tangga sebanyak 53 persen responden mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga mereka yang merosot dibanding tahun lalu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung