Repelita Jakarta - Sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube dengan nama politik terkini memaparkan dinamika pencopotan posisi strategis di jajaran kabinet pemerintahan saat ini.
Langkah perombakan ini memicu sorotan tajam lantaran adanya isu mengenai ancaman yang ditujukan langsung terhadap keselamatan maupun posisi Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Kabar mengejutkan mengenai pencopotan jabatan menteri tersebut langsung beredar luas pada waktu petang hari sekitar pukul 15.30 sore.
Dalam pengumuman resmi yang dibagikan kepada publik, posisi Menteri Keuangan Purbaya secara sah digantikan oleh wakilnya sendiri yaitu Suahasil Nazara.
Prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan baru bagi figur pemimpin fiskal tersebut secara resmi dilaksanakan pada tanggal 14 September 2026.
Pihak istana sendiri belum memberikan pernyataan resmi apa pun terkait pergantian mendadak yang menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat ini.
Di tengah situasi tersebut, Yudo Sadewa selaku anak sulung dari mantan menteri keuangan tersebut mengunggah sebuah pernyataan tertulis di media sosial.
Melalui akun Instagram pribadinya, Yudo membagikan informasi grafis yang membandingkan rekam jejak sang ayah dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Dirinya juga menuliskan kalimat sindiran tajam mengenai keberadaan kelompok mafia yang diduga melakukan intimidasi politik secara langsung kepada kepala negara.
Unggahan tersebut menyatakan dia ancam presiden supaya lengser kalau koruptornya ditangkap sementara Bapak pecatin koruptornya yang mengaitkan kasus ini dengan aksi penangkapan.
Ketika ditemui awak media setelah pencopotan itu, Purbaya tidak menampik adanya kaitan antara keputusan resavel dirinya dengan perombakan 350 pegawai internal.
Mantan menteri tersebut memberikan konfirmasi dengan menyatakan sebagian ada saat ditanya mengenai keterlibatan isu pembenahan aparatur sipil di instansi perpajakan.
Saat wartawan mendesak untuk mengetahui faktor lain di luar urusan struktural pegawai tersebut, Purbaya menjawab itu kan hak pragatif presiden kita ikutin aja.
Dirinya juga menegaskan bahwa seluruh program kerja kementeriannya telah selaras dengan arahan kepala negara dengan menyebut kan kebijakan kita ngikutin semua kebijakan presiden amanlah itu.
Terkait kelanjutan aktivitas pribadinya setelah melepas jabatan menteri, Purbaya menyatakan ingin meluangkan waktu luang untuk menyalurkan hobi lamanya.
Ia berseloroh kepada media dengan mengatakan habis ini mau pulang mancing belakang rumah mancing apa Pak mancing ikan puji nila pak Purbaya terakhir pak Burbaya pak gua punya kolam di belakang.
Kebijakan tegas Purbaya selama menjabat memang dikenal sangat berani terutama dalam melakukan pembenahan besar-besaran di sektor kepabeanan ekonomi negara.
Ia sempat melontarkan pernyataan keras di depan publik dengan menegaskan hari ini bea cukai saya obrak-abrik bukan dibenahin pelan-pelan bukan evaluasi di atas kertas tapi diganti langsung.
Langkah radikal tersebut sengaja diambil demi menutup segala bentuk kebocoran anggaran negara yang selama ini disinyalir terus terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Restrukturisasi total bahkan menyasar pejabat di sekitar direktur jenderal hingga kepala wilayah yang mengawasi pelabuhan besar ekonomi Indonesia seperti Tanjung Priok dan Belawan.
Purbaya mengungkap modus operandi para oknum pelaku dengan menyatakan jadi yang under invoicing sebagian orang terima-terima uang terus yang import ilegal sebagian orang saya terima juga.
Mantan menteri keuangan tersebut juga tidak memperdulikan ancaman dari pihak eksternal yang mengaku memiliki bekingan figur kuat di lingkaran kekuasaan.
Ia menegaskan komitmen penegakan hukumnya dengan mengatakan kalau saya enggak peduli mereka aja bilang ada orang kuat di belakang gini gini gini cuman enggak pernah lapor sama saya.
Menurutnya, lembaga perpajakan dan bea cukai pada masa lalu seolah menjadi zona yang tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum luar.
Ia membeberkan fakta lama dengan menyebut sebelum masuk saya masuk situ pajak dan B cukai itu enggak boleh diperiksa oleh kejaksaan TPK dan lain-lain.
Purbaya menambahkan bahwa oknum yang merasa terganggu biasanya akan melakukan lobi politik agar menterinya ke presiden untuk minta diberhentiin jadi tempat itu tempat yang terlindung.
Ketika mendapati adanya temuan kecurangan, Purbaya langsung berkoordinasi dengan Jaksa Agung untuk segera memproses hukum seluruh oknum tanpa pandang bulu.
Ia menyampaikan pesan ketegasannya secara langsung dengan berkata kalau ada yang saleh ya periksa aja Pak kita di mata hukum sama.
Selain masalah internal pegawai, Purbaya mengabarkan adanya indikasi penyelewengan dana perpajakan dalam skala masif yang melibatkan puluhan korporasi.
Ia mendeteksi potensi kerugian negara yang fantastis dengan menyatakan baru satu yang diperiksa menurut Purubaya potensi kebocoran penerima negara dari perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 4 sampai 5 triliun.
Tindakan berani Purbaya dalam memangkas alokasi dana program makan bergizi gratis dari angka awal Rp335 triliun menjadi Rp70 triliun juga diduga memicu ketegangan politik.
Kebijakan restrukturisasi anggaran tersebut dinilai menyinggung kepentingan kelompok tertentu di lingkaran kekuasaan yang mengawal proyek strategis tersebut.
Sebelum dicopot dari jabatannya, Purbaya juga konsisten menolak kebijakan yang dinilai memberatkan daya beli masyarakat kecil.
Ia secara terbuka menolak opsi menaikkan beban pajak bagi rakyat serta menahan pemberlakuan pungutan pajak untuk komoditas barang online.
Fokus pengawasannya dialihkan untuk mengejar kewajiban pajak dari sindikat industri baja asing asal Tiongkok yang mengoperasikan puluhan pabrik secara ilegal.
Purbaya membongkar sikap merendahkan dari pihak asing tersebut yang sempat melontarkan kalimat tak ada gunanya kita ngikuti peraturan Indonesia orang Indonesia gak akan bisa berubah dibayar selesai.
Langkah konfrontatif menagih kekurangan pajak hingga triliunan rupiah dari kartel asing inilah yang diduga kuat menjadi ujung akhir dari masa jabatannya.
Pergantian kepemimpinan menteri keuangan ini pun seketika menuai beragam reaksi serta komentar dari para warga net di media sosial.
Seorang netizen menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan presiden dengan menulis pergantian Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo nanti tidak akan menghasilkan apa-apa pola kerjanya sama.
Komentar lain memberikan apresiasi sekaligus dukungan moral terhadap ketegasan figur Purbaya selama mengemban amanat sebagai pejabat negara.
Warga net tersebut menuliskan pesan rohani untuk Tuhan saat ini sedang menyelamatkan Bapak dari pejabat-pejabat pemerintahan kita yang zalim jadi udah Pak enggak usah dipikirin.
Di sisi lain, publik kini menaruh perhatian pada rekam jejak akademis serta arah kebijakan dari Menteri Keuangan yang baru dilantik.
Suahasil Nazara merupakan seorang ekonom lulusan perguruan tinggi Amerika Serikat yang sebelumnya lama berkarir di Badan Kebijakan Fiskal.
Latar belakang tersebut memunculkan kekhawatiran di sebagian kelompok masyarakat mengenai potensi dominasi penerapan sistem ekonomi ala Barat.
Meskipun demikian, Suahasil menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjaga kesinambungan program kerja strategis demi menjaga kredibilitas APBN nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok