Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Tragis Nenek 75 Tahun Dihajar hingga Babak Belur saat Tutup Laundry di Jakarta Barat

Repelita.id

02 June 2026 21:15 WIB

[HEBOH] Tragis Nenek 75 Tahun Dihajar hingga Babak Belur saat Tutup Laundry di Jakarta Barat
Foto: Istimewa

Berikut naskah yang disesuaikan dengan fokus judul "Tragis Nenek 75 Tahun Dihajar hingga Babak Belur saat Tutup Laundry di Jakarta Barat".

Repelita Jakarta - Seorang perempuan lanjut usia pemilik usaha laundry di kawasan Kebon Jeruk IX, Maphar, Tamansari, Jakarta Barat, menjadi korban penganiayaan brutal saat hendak menutup tempat usahanya pada sore hari.

ADVERTISEMENT

Korban bernama Christine Wijaya yang telah berusia 76 tahun mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah setelah diserang oleh seorang pria yang datang dengan berpura-pura menjadi pelanggan.

Akibat serangan tersebut, mata korban mengalami lebam sementara bagian kepalanya robek hingga harus mendapatkan enam jahitan di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ketika Christine sedang bersiap mengakhiri aktivitas usahanya dan menutup toko seperti biasa.

Saat itu seorang pria datang seorang diri sambil membawa pakaian dan mengaku ingin menggunakan jasa laundry milik korban.

“Dia bilang mau laundry. Saya bilang sudah tutup tapi dia minta tolong ditimbang dulu,” ujar Christine.

Karena tidak menaruh curiga, korban membuka sebagian pintu dan mengizinkan pria tersebut masuk untuk menimbang pakaian yang dibawanya.

Namun ketika proses penimbangan berlangsung, pelaku tiba-tiba melancarkan serangan yang mengarah ke wajah dan kepala korban hingga membuat lansia tersebut tersungkur bersimbah darah.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan warga meski dalam kondisi terluka akibat pukulan bertubi-tubi yang diterimanya.

“Awalnya saya gatahu dipukulnya pakai apa karena saya cuma tahunya kepala saya udah berdarah. Setelah saya pulang dari Polsek, saya lihat ada balok di sini. Saya curiga dia pukul saya pakai balok ini,” ujarnya.

Setelah kejadian, korban menemukan balok kayu berpaku di sekitar lokasi dan menduga benda tersebut digunakan pelaku untuk menganiayanya.

Menurut Christine, pelaku tampak fokus menyerang bagian kepala yang menyebabkan luka cukup dalam hingga darah mengalir deras.

"Kan pertama dia pukul mata, kemudian dia pukul kepala saya ini, tonjok. Dia fokus ke kepala saya aja. Saya tahu dia itu ada motivasi yang enggak bener," ujarnya.

Saat kejadian berlangsung tidak ada seorang pun yang menemani korban karena pegawainya telah pulang lebih dulu dan toko tersebut juga tidak dilengkapi kamera pengawas.

"Jadi emang saya sendirian dan sama sekali enggak curiga sama dia. Karena pas datang, pelaku ini baik-baik ngomongnya," kata Christine.

Teriakan korban akhirnya terdengar oleh warga sekitar yang kemudian berdatangan untuk memberikan bantuan dan mengejar pelaku.

Pria tersebut berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi setelah sempat berusaha melarikan diri usai melakukan penganiayaan.

"Pelaku akhirnya ketangkep. Sedangkan istrinya yang nunggu di motor di ujung jalan, langsung kabur," kata Christine.

Korban mengaku hingga kini masih merasakan trauma mendalam akibat kejadian yang nyaris merenggut keselamatannya tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, ia berencana mengurangi jam operasional usaha agar tidak lagi berada sendirian saat menjelang malam hari.

“Biasanya tutup jam 6, sekarang mungkin jam 5 sudah tutup. Kalau karyawan sudah pulang, saya enggak mau buka lagi,” ujarnya.

Christine berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal sehingga kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat lain.

“Supaya dia dihukum berat dan sadar. Cari uang sekarang susah, kenapa mesti begini,” tuturnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung